Chelsea Catat Kerugian Rp8 Triliun, Alarm Finansial atau Strategi Investasi Jangka Panjang?

ED
Jumat, 27 Februari 2026 | 19:00 WIB
Bagikan
Chelsea Catat Kerugian Rp8 Triliun, Alarm Finansial atau Strategi Investasi Jangka Panjang?
VISI.NEWS|BANDUNG -Chelsea mencatatkan kerugian pra-pajak terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris pada musim 2024-25. Berdasarkan laporan UEFA, klub asal London tersebut mengalami defisit sebesar 407 juta euro atau sekitar Rp8,02 triliun. Angka itu menjadi rekor tertinggi di Inggris dan hanya kalah dari Barcelona yang pernah membukukan kerugian 555 juta euro pada musim 2020-21, saat terdampak pandemi COVID-19 serta beban akuntansi besar. Sejak diakuisisi oleh Clearlake Capital dan Todd Boehly pada 2022, Chelsea memang menjalankan kebijakan belanja agresif. Total pengeluaran transfer pemain telah melampaui 1,7 miliar euro atau sekitar Rp33,49 triliun. Namun, investasi besar tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan prestasi di Premier League maupun Liga Champions. Dalam perhitungan tiga tahun bergulir versi UEFA, total kerugian Chelsea bahkan mencapai 622 juta euro atau sekitar Rp12,25 triliun. Angka ini jauh melampaui ambang batas 60 juta euro yang ditetapkan dalam regulasi keuangan UEFA. Chelsea juga sempat dijatuhi denda 31 juta euro saat tampil di Piala Dunia Antarklub akibat pelanggaran aturan finansial UEFA. Denda tersebut berpotensi meningkat hingga 91 juta euro apabila klub gagal memenuhi kesepakatan kepatuhan dalam empat tahun ke depan. Meski demikian, sumber internal klub menyatakan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari proses restrukturisasi dan pembersihan akuntansi. Mereka mengklaim secara operasional Chelsea kini telah mencatat keuntungan dan struktur keuangan sudah diselaraskan dengan kerangka Financial Fair Play UEFA. Kekhawatiran tetap muncul di kalangan suporter, terutama terkait kemungkinan penjualan pemain bintang untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Minimnya partisipasi di Liga Champions musim ini juga berdampak pada pemasukan, khususnya dari hak siar dan sektor komersial. Manajemen klub disebut telah menerapkan strategi pembiayaan kreatif, termasuk restrukturisasi internal dan transaksi bisnis tertentu, untuk menjaga stabilitas finansial di bawah regulasi domestik dan Eropa. Kini fokus utama Chelsea adalah mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Mereka berada di posisi kelima klasemen liga, yang diproyeksikan cukup untuk lolos ke kompetisi elite Eropa. Kembalinya Chelsea ke Liga Champions secara konsisten diyakini akan menjadi kunci pemulihan jangka panjang, baik dari sisi pendapatan hak siar maupun kerja sama komersial global.@fajar

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.