Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM
Ia menilai penggabungan kekuatan akademik kedua institusi dapat membantu mahasiswa menghadapi persoalan strategis yang dihadapi sektor pertanian Indonesia.
“Dengan menggabungkan kekuatan IPB dalam agribisnis dan ilmu pertanian dengan keunggulan riset University of Melbourne, kami membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia,” ujarnya.
Pertanian sendiri memiliki posisi strategis bagi Indonesia. Selain menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat, sektor tersebut berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan, stabilitas ekonomi, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan wilayah.
Tantangan ke depan juga semakin besar. Pertumbuhan penduduk meningkatkan kebutuhan pangan, sementara perubahan iklim menimbulkan ketidakpastian terhadap pola produksi. Di sisi lain, sektor pertanian harus terus meningkatkan produktivitas dan inovasi agar mampu bersaing.
Karena itu, kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kemampuan lintas disiplin dan perspektif internasional semakin meningkat.
Dari perspektif UGM, Dean of Faculty of Agricultural Technology, Professor Eni Harmayani, mengatakan kolaborasi internasional memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan dan penelitian.
Menurutnya, mahasiswa perlu dipersiapkan untuk menghadapi perubahan yang semakin cepat dalam sektor pertanian, teknologi pangan, dan industri agri-food.
“Di Universitas Gadjah Mada, kami berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks di bidang pertanian, teknologi pangan, dan industri agri-food, sekaligus mendorong keberlanjutan dan inovasi,” ujar Professor Eni.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!