Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM
Model ini menjadi penting karena persoalan pertanian masa depan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu pendekatan disiplin ilmu.
Transformasi sektor pertanian membutuhkan kolaborasi antara ilmu pertanian, teknologi, sains pangan, ekonomi, bisnis, lingkungan, serta kebijakan publik.
Dengan pengalaman belajar di Indonesia dan Australia, lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami persoalan dari berbagai sudut pandang dan menerjemahkannya menjadi solusi yang relevan.
Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Dari sisi Indonesia, Dean of Economics and Management IPB, Professor Irfan Syauqi Beik, menekankan bahwa kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing lulusan Indonesia di tingkat global.
Menurutnya, IPB selama puluhan tahun telah membangun keahlian dalam bidang pertanian tropis dan sistem pangan berkelanjutan.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika dipadukan dengan kekuatan riset University of Melbourne.
“Kemitraan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Faculty of Economics and Management, IPB dalam menghasilkan lulusan pertanian, termasuk di bidang agribisnis, yang memiliki daya saing global,” kata Professor Irfan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!