Cerita Hikmah, Saat Ahmad Kedatangan Tamu yang akan "Pergi Haji"
Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 12 malam. Ahmad pun mengajak Abdul Aziz untuk melaksanakan salat tahajud. Abdul Aziz pun menyetujui. Mereka pun berwudhu dan bersiap untuk salat.
Namun, sebelum mereka salat, Ahmad mendengar ada suara ketukan di pintunya. Ia pun membuka pintu dan terkejut melihat ada seorang polisi yang berdiri di depannya. Polisi itu membawa sebuah foto dan sebuah surat.
"Selamat malam, pak. Maaf mengganggu. Apakah Anda Ahmad, pemilik rumah ini?" tanya polisi itu.
"Ya, saya Ahmad. Ada apa, pak?" jawab Ahmad.
"Apakah Anda mengenal orang ini?" tanya polisi itu sambil menunjukkan foto seorang pria tua yang berpakaian sederhana dan berjenggot putih.
"Ya, itu adalah tamu saya. Namanya Abdul Aziz. Dia sedang di dalam. Kenapa, pak?" jawab Ahmad.
"Maaf, pak. Saya harus memberitahu Anda bahwa tamu Anda itu adalah seorang penipu. Dia bukan seorang musafir yang ingin menunaikan haji. Dia adalah seorang buronan yang dicari oleh polisi. Dia telah menipu banyak orang dengan modus yang sama. Dia mengaku sebagai seorang musafir yang membawa uang, paspor, dan perlengkapan haji. Dia kemudian menginap di rumah orang yang baik hati dan ramah. Di tengah malam, dia akan kabur dengan membawa semua barang berharga yang ada di rumah itu. Kami telah mengikuti jejaknya dan menemukan alamat rumah Anda. Kami datang untuk menangkapnya. Ini adalah surat perintah penangkapannya," jelas polisi itu sambil menyerahkan surat itu kepada Ahmad.
Ahmad pun terkejut dan tidak percaya. Ia tidak menyangka bahwa tamu yang ia anggap sebagai saudara seiman itu ternyata adalah seorang penipu. Ia merasa sedih dan marah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!