CEO Ripple Ajukan Tiga Tuntutan Regulasi Kripto di Hadapan Senat AS
Pertama, Ripple meminta agar Kongres segera memperjelas batas yurisdiksi antar lembaga regulator seperti SEC dan CFTC.
Ketidakjelasan ini, menurutnya, telah menyebabkan benturan otoritas dan menciptakan ketidakpastian hukum bagi pelaku industri.
Kedua, Ripple menuntut adanya jalur legal yang memungkinkan perusahaan blockchain dan aset digital beroperasi secara sah di dalam negeri.
Ia menilai, pendekatan regulasi yang mengandalkan penegakan hukum seperti yang terjadi pada Ripple sejak 2020 justru mendorong inovasi dan lapangan kerja ke luar AS.
Ketiga, Ripple mendorong Kongres untuk menyusun peta jalan agar Amerika Serikat dapat memimpin industri kript0 secara global.
Dengan partisipasi lebih dari 55 juta warga AS di sektor ini dan kapitalisasi pasar kript0 global mencapai $3,4 triliun, Garlinghouse menegaskan bahwa potensi kepemimpinan AS sangat nyata asal didukung oleh fondasi hukum yang visioner.
Ripple vs SEC: Sengketa Hukum Hampir Tamat
Sengketa hukum antara Ripple dan SEC yang dimulai sejak Desember 2020 kini mendekati akhir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!