Cegah Stunting, Phapros Ramaikan Kampanye Gizi Seimbang dan Gebyar Minum Tablet Tambah Darah

ED
Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:49 WIB
Bagikan
Cegah Stunting, Phapros Ramaikan Kampanye Gizi Seimbang dan Gebyar Minum Tablet Tambah Darah

VISI NEWS | BANDUNGKasus balita stunting menjadi salah satu masalah kesehatan anak yang paling disorot oleh Pemerintah. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI)

Kementerian Kesehatan tahun 2021 menyebutkan bahwa 24,5% balita di Jawa Barat mengalami stunting. Salah satu yang menjadi penyebab gangguan pertumbuhan pada balita ini adalah anemia pada ibu hamil. Untuk mencegah kondisi tersebut, diperlukan upaya yang berkesinambungan untuk memperbaiki kesehatan dan gizi sejak remaja.

PT Phapros Tbk yang merupakan bagian dari keluarga besar Holding BUMN Farmasi memiliki komitmen dalam pencegahan stunting. Hal ini salah satunya dibuktikan dengan berpartisipasinya Phapros pada gelaran Kampanye Gizi Seimbang dan Gebyar Minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang digagas oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat dan sekaligus mendapat penghargaan dari rekor MURI sebagai “Minum Tablet Tambah Darah Serentak oleh Peserta Terbanyak”. Direktur Pemasaran Phapros, Imelda Alini Pohan, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi program pemerintah dalam upaya pencegahan stunting. “Angka stunting memang terus menurun setiap tahunnya, tapi masyarakat harus tetap teredukasi dengan baik agar tidak ada lagi balita stunting di masa yang akan datang,” ujarnya. “Untuk itu, Phapros akan senantiasa mendukung berbagai program pemerintah. Salah satunya adalah dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada lebih dari 1,5 juta orang atau 70 persen remaja putri di Propinsi Jawa Barat dari 70 persen satuan pendidikan yang dilakukan pada hari ini. Pemberian TTD ini bertujuan agar para remaja putri bisa terhindar dari anemia. Phapros juga akan terus mendukung beragam program yang sama di daerah- daerah lain di seluruh Indonesia,” tambah perempuan yang akrab disapa Imel tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, dr. R. Nina Susana Dewi, Sp.PK (K) mengatakan prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat dikategorikan tinggi pada tahun 2021 lalu dan menargetkan Jabar zero new stunting pada 2023. Untuk mengatasi hal itu, Nina melanjutkan bahwa perlu dilakukan gerakan bersama antara pemerintah daerah, camat, kades/ lurah yang menyasar remaja, ibu hamil anemia dan kurang energi kronis (KEK) dengan melakukan intervensi spesifik dan sensitif.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.