Cegah Polusi, Delhi Terapkan Larangan BBM untuk Kendaraan Tua
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 4 Maret 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | NEW DELHI - Pemerintah New Delhi, India, menetapkan aturan baru yang melarang kendaraan berusia lebih dari 15 tahun untuk membeli bahan bakar. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengurangi tingkat polusi udara yang semakin mengkhawatirkan.
Keputusan tersebut diambil setelah Partai Bharatiya Janata (BJP) kembali berkuasa di Delhi setelah 27 tahun. Aturan ini akan efektif berlaku mulai 1 April 2025 dan bertujuan membatasi pergerakan kendaraan tua yang dianggap berkontribusi terhadap tingginya emisi polutan di ibu kota India.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, Menteri Lingkungan Hidup Manjinder Singh Sirsa menyatakan bahwa stasiun pengisian bahan bakar akan dilengkapi dengan perangkat khusus yang mampu mendeteksi usia kendaraan. Jika kendaraan teridentifikasi berusia lebih dari 15 tahun, maka sistem akan mencegah pengisian BBM secara otomatis.
"Kami memasang perangkat di stasiun pengisian bahan bakar yang akan mengidentifikasi kendaraan lebih dari 15 tahun dan tidak ada BBM yang tersedia untuk mereka," ujar Sirsa, dikutip dari NDTV.
India termasuk salah satu negara dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Berdasarkan data India National Air Quality Index (AQI), kualitas udara di New Delhi saat ini berada di level 350 (sangat tercemar).
Sebelumnya, India telah memberlakukan pembatasan terhadap kendaraan tua, terutama mobil diesel berusia lebih dari 10 tahun dan mobil bensin berusia lebih dari 15 tahun. Dalam regulasi yang diterapkan sejak 1 Januari 2022, kendaraan yang melanggar aturan ini dapat disita dan dikirim ke tempat rongsokan.
Sirsa juga menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pemeriksaan terhadap kendaraan berat yang masuk ke Delhi, mengingat kontribusinya yang besar terhadap polusi udara.
"Kami hanya memiliki satu tujuan, mereka yang menyebabkan polusi juga harus menyediakan solusi. Ketika kami mengurangi polusi di negara bagian kami, barulah kami bisa memberitahu negara bagian lainnya. Faktor yang ada di Delhi berkontribusi terhadap 50 persen dari polusi di Ibu Kota," pungkasnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!