Canva Gandeng Capitec, Buka Akses Langganan di Afrika Selatan

ED
PN
Jumat, 4 September 2026 | 06:04 WIB
Bagikan
Canva Gandeng Capitec, Buka Akses Langganan di Afrika Selatan

Keterangan foto: Potensi pasar e-commerce Afrika Selatan diproyeksikan mencapai 23 miliar dolar AS, meski sebagian besar konsumennya masih belum memiliki kartu kredit. /visi.news/ist

VISI.NEWS - Canva menjadi perusahaan internasional pertama yang menawarkan pembayaran berlangganan secara berulang kepada konsumen di Afrika Selatan melalui Capitec Pay, metode pembayaran account-to-account yang dikembangkan oleh Capitec, bank personal terbesar di negara tersebut berdasarkan jumlah nasabah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Canva untuk memperluas akses terhadap layanan digital berlangganan di pasar yang selama ini menghadapi keterbatasan penggunaan kartu kredit. Implementasi pembayaran berulang tersebut dimungkinkan melalui kemitraan Canva dengan EBANX, perusahaan teknologi global yang menyediakan layanan pembayaran untuk pasar negara berkembang.

Kehadiran metode pembayaran tersebut dinilai dapat mengubah cara perusahaan global yang menawarkan layanan berlangganan menjangkau konsumen Afrika Selatan. Selama ini, model pembayaran berlangganan dengan sistem card-on-file menghadapi kendala karena penetrasi kartu kredit di negara tersebut masih relatif rendah.

Berdasarkan data South African Reserve Bank dan World Bank yang dikutip dalam pengumuman tersebut, kepemilikan kartu kredit di Afrika Selatan hanya berada pada kisaran 8 hingga 10 persen dari populasi dewasa.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar masyarakat tidak dapat menggunakan skema pembayaran berlangganan yang mengharuskan konsumen memiliki kartu kredit. Diperkirakan sekitar 44 juta orang di Afrika Selatan tidak memiliki kartu kredit.

Capitec Pay menawarkan pendekatan berbeda. Konsumen tidak perlu memasukkan atau memiliki kartu kredit untuk membayar layanan berlangganan. Nasabah cukup memberikan persetujuan atas pembayaran berulang satu kali melalui aplikasi Capitec.

Setelah persetujuan diberikan, perusahaan yang berpartisipasi dapat melakukan penagihan pembayaran berlangganan berikutnya secara otomatis melalui sistem tersebut.

Canva menjadi layanan berlangganan internasional pertama yang menyediakan pembayaran berulang melalui Capitec Pay. Langkah ini membuka alternatif bagi konsumen Afrika Selatan yang sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam mengakses layanan digital global karena tidak memiliki kartu kredit.

Canva Africa Lead Bianca Sibiya mengatakan, peluncuran layanan tersebut menjadi upaya untuk menghilangkan hambatan struktural yang selama ini membatasi akses masyarakat Afrika Selatan terhadap platform Canva.

"Untuk Canva, going live sebagai merchant global pertama di infrastruktur ini merupakan penghapusan hambatan struktural yang sebelumnya mencegah sebagian besar masyarakat Afrika Selatan mengakses platform kami sama sekali," kata Bianca Sibiya.

Capitec merupakan bank personal terbesar di Afrika Selatan berdasarkan jumlah nasabah. Bank tersebut memiliki sekitar 26 juta nasabah dan lebih dari 16 juta pengguna aplikasi.

Menurut Capitec, sekitar satu dari tiga orang dewasa di Afrika Selatan menggunakan aplikasi mobile banking milik perusahaan tersebut. Besarnya basis pengguna aplikasi menjadi salah satu faktor yang membuat Capitec Pay memiliki potensi sebagai metode pembayaran alternatif bagi layanan digital internasional.

Melalui Capitec Pay, konsumen dapat menggunakan ekosistem pembayaran yang sudah mereka kenal tanpa harus bergantung pada kepemilikan kartu kredit. Model ini juga memberikan pengalaman pembayaran yang lebih terintegrasi dengan layanan perbankan yang telah digunakan sehari-hari.

Peluncuran pembayaran berulang Canva melalui Capitec Pay tidak terlepas dari peran EBANX. Perusahaan tersebut membantu meningkatkan solusi pembayaran dan menjadi penyedia layanan pembayaran global pertama yang mengintegrasikan Capitec Pay ke dalam alur pembayaran lintas negara.

Commercial Lead for Africa and the Middle East EBANX, Wiza Jalakasi, mengatakan model pembayaran berbasis kartu selama ini sering dianggap sebagai standar utama untuk layanan berlangganan digital global. Namun, menurutnya, model tersebut tidak selalu sesuai dengan karakteristik konsumen di pasar negara berkembang.

"Selama bertahun-tahun, penagihan berbasis kartu diperlakukan sebagai model default untuk produk berlangganan global, tetapi default tersebut dibangun berdasarkan perilaku konsumen di Amerika Serikat dan Eropa Barat, bukan Afrika Selatan," kata Wiza Jalakasi.

EBANX saat ini mengembangkan peran sebagai penyedia infrastruktur pembayaran alternatif untuk perdagangan digital lintas negara. Salah satu fokusnya adalah mendukung metode pembayaran alternatif atau alternative payment methods (APM) yang dapat digunakan secara berulang untuk layanan berlangganan.

Selain Afrika Selatan, EBANX disebut telah mendukung metode pembayaran alternatif berulang di 12 pasar negara berkembang. Infrastruktur tersebut memungkinkan merchant global menjangkau lebih dari 1 miliar konsumen, termasuk masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap kartu kredit maupun kartu debit.

Sementara itu, Group Executive of Marketing and Client Experience Capitec, Francois Viviers, mengatakan pengembangan layanan pembayaran berulang melalui Capitec Pay sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan layanan yang sederhana, terjangkau, dan inovatif bagi nasabah.

"Filosofi Capitec adalah memastikan klien kami mendapatkan layanan yang sederhana, terjangkau, dan inovatif. Pembayaran berulang melalui Capitec Pay hanyalah salah satu dari banyak cara kami menghadirkan kesederhanaan tersebut," ujar Francois Viviers.

Menurutnya, kerja sama dengan Canva juga memperluas pengalaman pembayaran yang telah dipercaya nasabah Capitec sekaligus membuka akses terhadap merchant internasional.

"Melalui kemitraan dengan Canva, kami memperluas pengalaman pembayaran tepercaya tersebut dan memberikan akses kepada klien terhadap merchant internasional dengan cara yang mudah diakses," katanya.

Langkah Canva, Capitec, dan EBANX berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi digital Afrika Selatan. Berdasarkan data Payments and Commerce Market Intelligence (PCMI) yang dianalisis EBANX, penetrasi perdagangan digital di Afrika Selatan telah mencapai sekitar 74 persen dari populasi dewasa.

Pasar tersebut juga diproyeksikan tumbuh sekitar 20 persen setiap tahun hingga 2028. Dengan pertumbuhan tersebut, nilai pasar e-commerce Afrika Selatan diperkirakan mencapai sekitar 23 miliar dolar AS pada 2028.

Potensi tersebut menjadikan Afrika Selatan salah satu pasar yang menarik bagi perusahaan digital global. Namun, karakteristik sistem pembayaran lokal menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan perusahaan yang ingin memperluas bisnisnya di negara tersebut.

Kepemilikan kartu kredit yang relatif rendah menunjukkan bahwa perusahaan internasional tidak dapat sepenuhnya mengandalkan model pembayaran tradisional. Kehadiran metode seperti Capitec Pay memberikan alternatif dengan memanfaatkan rekening bank dan aplikasi yang sudah digunakan masyarakat.

Bagi Canva, integrasi pembayaran berulang tersebut berpotensi memperluas basis konsumen di Afrika Selatan dengan mengurangi ketergantungan terhadap kartu kredit. Sementara bagi Capitec, kerja sama ini memperluas penggunaan infrastruktur pembayaran lokal untuk transaksi dengan merchant internasional.

Adapun bagi EBANX, integrasi Capitec Pay menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap metode pembayaran alternatif yang memungkinkan perusahaan global memasuki pasar berkembang dengan menyesuaikan diri terhadap kebiasaan pembayaran masyarakat setempat.

Kerja sama ketiga perusahaan tersebut sekaligus menunjukkan perubahan lanskap pembayaran digital global. Ketika penggunaan kartu tidak merata di setiap negara, metode pembayaran berbasis rekening bank dan platform lokal dapat menjadi salah satu solusi untuk membuka akses terhadap layanan digital internasional.

Dengan pertumbuhan e-commerce Afrika Selatan yang terus meningkat, pembayaran berulang melalui metode lokal berpotensi menjadi bagian penting dari perkembangan ekonomi berlangganan digital di negara tersebut. Peluncuran Canva melalui Capitec Pay menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan global dapat menyesuaikan sistem pembayaran dengan karakteristik pasar lokal tanpa mengorbankan kemudahan transaksi bagi konsumen.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.