"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026
Lagu terbaru bertajuk "Cahaya Hati" yang dibawakan oleh Raisa. /visi.news/ist
"Tantangan terbesar adalah membuat lagu yang mampu berdiri sendiri sebagai karya musik, tetapi tetap memiliki ruang untuk berkembang mengikuti dinamika cerita di atas panggung," ujar Eross.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh oleh Elwin Hendrijanto melalui aransemen yang menggabungkan kekuatan orkestra, musik pop, paduan suara, dan alat musik tradisional Indonesia sehingga setiap babak dalam Hikayat Srikandi Nusantara memiliki identitas musikal yang kuat.
Selain "Cahaya Hati", pertunjukan juga akan menghadirkan sejumlah lagu lain seperti "Inspirasi Diri & Lantunan Satu Bangsa", "Maha Dewi", serta sejumlah lagu populer bernuansa Nusantara yang telah diaransemen ulang sesuai konsep pertunjukan.
Bagi Raisa, membawakan "Cahaya Hati" di hadapan publik menjadi pengalaman yang berbeda karena lagu tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai karya musik, tetapi juga menjadi bagian dari karakter Srikandi yang diperankannya.
"Hari ini menjadi momen pertama aku membawakan Cahaya Hati di depan publik. Saat rekaman aku masih membayangkan karakter Srikandi, tetapi setelah menjalani latihan di Yogyakarta dan membawakannya secara langsung, rasanya sangat berbeda. Aku merasa lagu ini memang menjadi inti dari sosok Srikandi yang membagikan semangat kepada pasukannya maupun kepada para penonton," ungkap Raisa.
Pada kesempatan yang sama, personel PADI Reborn, Piyu dan Yoyo, juga mengaku terkesan mendengar lagu-lagu PADI diaransemen ulang dalam format musikal yang memadukan orkestra dan alat musik tradisional.
Menurut mereka, pendekatan tersebut menghadirkan dimensi baru terhadap lagu-lagu yang selama ini telah dikenal masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik dalam Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!