Cahaya Baru di Klaten: Ketika Listrik Mengalir, Harapan pun Menyala
VISI.NEWS | KLATEN - Matahari baru saja condong ke barat ketika suara sorak kecil terdengar dari sebuah rumah sederhana di Desa Bogor, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Di rumah berdinding papan itu, Ngadinem, seorang nenek berusia 77 tahun, berdiri terpaku di depan saklar yang baru saja ditekan oleh petugas PLN. Seketika, ruang tamu kecil itu terang benderang. Cahaya lampu pertama di rumahnya membuat mata Ngadinem berkaca-kaca—sebuah momen yang telah ia tunggu puluhan tahun.
“Dulu, rumah saya hanya ikut listrik dari tetangga. Kadang lampunya redup, kadang padam kalau tetangga lupa bayar,” katanya sambil tersenyum, mengusap matanya yang basah. “Sekarang, Alhamdulillah, saya punya listrik sendiri. Rasanya seperti punya kehidupan baru.”
Suasana haru itu menjadi bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 dengan tema *“Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan.”* Dalam momen tersebut, PLN menyalurkan 42 sambungan listrik gratis bagi masyarakat prasejahtera di tiga desa di Kabupaten Klaten—Desa Bogor, Desa Bawak, dan Desa Soka. Bagi banyak warga seperti Ngadinem, listrik bukan sekadar cahaya, melainkan simbol kemandirian dan kemajuan.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang turut hadir dalam penyalaan perdana itu, menyebutkan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk menghapus kesenjangan akses energi di wilayahnya. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi keluarga yang hidup dalam gelap. Listrik bukan hanya penerangan, tapi juga jembatan menuju kesejahteraan,” ujarnya penuh semangat.
Ia menambahkan, listrik berperan besar dalam meningkatkan produktivitas, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Klaten. “Banyak petani bergantung pada listrik untuk menggerakkan pompa air. Tanpa listrik, pengairan terganggu, dan hasil panen bisa menurun. Karena itu, listrik adalah kunci ketahanan pangan,” tuturnya.
Dari sisi PLN, semangat pemerataan listrik ini diibaratkan sebagai upaya “menyalakan kehidupan.” Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa menghadirkan listrik bagi warga desa bukan hanya tentang menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan. “Cahaya ini adalah simbol kemajuan. Kami ingin setiap rumah, sekecil apa pun, merasakan manfaat energi untuk mengubah masa depan,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!