Cabuli Anak Kandung, Penjaga Sekolah di Sukabumi Terancam 15 Tahun Penjara

Desi Rossilawati
Selasa, 14 Januari 2025 | 08:01 WIB
Bagikan
Cabuli Anak Kandung, Penjaga Sekolah di Sukabumi Terancam 15 Tahun Penjara

VISI.NEWS | SUKABUMI - Seorang ayah di Sukabumi mencabuli anak kandungnya yang berusia 8 tahun. Perbuatan bejat pelaku berinisial TF alias A (45) itu dilakukan di sebuah sekolah dasar (SD) tempatnya bekerja.

Kapolres Sukabumi AKBP Rita Suwadi menyatakan pelaku berstatus honorer asal Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

"Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah mengiming-imingi korban akan diberi uang sehingga korban mengikuti keinginan pelaku hingga perbuatan pelaku berlangsung sebanyak lebih dari lima kali," kata Rita dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (13/1/2025).

Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti pakaian milik korban. Sedangkan pelaku dijerat pasal 81 dan atau 82 Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Dilakukan di Lingkungan Sekolah

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Bagus Panuntun menambahkan pelaku bekerja sebagai penjaga sekolah. Sedangkan ibu korban merupakan penjaga kantin di sekolah yang sama.

Ketika aktivitas di sekolah berakhir dan ibu korban pergi ke pasar, pelaku mencabuli anak bungsunya itu.

Menurut keterangan pelaku, kata Bagus, kejadian tersebut sudah berlangsung selama 3 bulan.

"Kejadiannya di dalam sekolah yaitu di UKS, di kantin juga di kelas. Jadi dilingkup sekolah ketika sekolah tersebut dalam keadaan kosong," ujarnya.

Pelaku mengancam korban agar perbuatan bejatnya tidak terungkap. Kemudian korban yang merupakan siswi kelas 2 SD itu diiming-imingi akan diberikan uang serta handphone.

Akan tetapi, korban akhirnya mengungkapkan apa yang dialaminya kepada ibunya. Kejadian ini pun dilaporkan ke polisi pada awal Januari lalu.

Bagus menyatakan ketika akan diamankan polisi, pelaku mencoba melarikan dengan cara berpindah-pindah tempat. Hingga akhirnya diamankan di rumah saudaranya.

"Adapun motifnya pelaku mengaku sakit hati kepada istrinya karena istrinya tidak bisa memenuhi hasrat biologis sehingga dia melampiaskan kepada korban. Pengakuan pelaku hanya dipegang, namun hasil visum menunjukan sudah terjadi pencabulan," ujarnya. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.