Buya Anwar Abbas: Kritik Tenda Jemaah di Mina Harus Berbasis Matematika

ED
Selasa, 23 Juli 2024 | 06:30 WIB
Bagikan
Buya Anwar Abbas: Kritik Tenda Jemaah di Mina Harus Berbasis Matematika

VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas mengkritik pihak-pihak yang mengkritisi kepadatan tenda jemaah di Mina tanpa menggunakan analisa perhitungan matematika. Menurutnya, kritik tersebut semestinya dilakukan dengan memperhitungkan jumlah jemaah dengan luas lokasi yang tersedia di Mina. Kritik yang hanya didasarkan pada pandangan subjektif dinilai kurang tepat dan tidak membantu mencari solusi yang konstruktif.

Buya Anwar, panggilan akrabnya, menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri pertemuan delegasi Amirul Haj 1445 H/2024 M di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas selaku Amirul Haj, Habib Sayyid Muhammad Hilal al Aidid selaku Naib Amirul Haj, serta para anggota Amirul Haj lainnya. Selain itu, turut hadir Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latied, para Staf Khusus, Staf Ahli, dan Pejabat Kementerian Agama RI.

Kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 221.000 jemaah, ditambah dengan tambahan kuota sebanyak 20.000 jemaah, sehingga total kuota mencapai 241.000 jemaah. Dari jumlah tersebut, 213.320 jemaah merupakan jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Lokasi Mina yang tersedia untuk jemaah haji reguler hanya sekitar 172.000 meter persegi, sehingga setiap jemaah hanya mendapatkan ruang seluas 80 sentimeter persegi.

Menurut Buya Anwar, kritik yang muncul di media seringkali tidak substantif dan tidak memperhitungkan kondisi lapangan. "Kritik-kritik tersebut seharusnya juga menggunakan matematika sebagai alat analisis. Ruang yang ada terbatas, sementara jumlah jemaah ditambah. Tentu porsi bagi masing-masing jemaah mengecil," katanya, Senin (22/7/2024). Buya Anwar menegaskan bahwa pemahaman media tentang penyelenggaraan haji sering kali berbeda jauh dari kenyataan di lapangan.

Buya Anwar menambahkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab bersama antara Kementerian Agama dan Pemerintah Saudi. Oleh karena itu, Buya Anwar menyarankan agar Menag mengusulkan kepada pihak Arab Saudi untuk menambah ruang vertikal di Mina guna menghindari kepadatan. Menurutnya, menambah ruang horizontal sudah sulit dilakukan karena keterbatasan lahan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.