'Buruan Sae' Peninggalan Alm Mang Oded Sekarang Tumbuh Ada 375 Titik
"Kita memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif jadi produktif, seperti tempat-tempat pembuangan sampah ilegal. Kita permak menjadi ketahanan pangan di lingkungan. Kita tidak pernah menjual hasil panen, semuanya untuk masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peraih penghargaan Kategori Buruan Sae Inspirator Peternakan Terbaik adalah Putri Puspita, Ketua Kelompok Berkebun Buruan Sae Neglasari Asri.
Ia menceritakan, timnya mendapat bantuan dari DKPP sebanyak 5 ekor ayam Sentul. Setelah dikembangbiakkan, sekarang sudah berkembang sampai jumlahnya ratusan. Bahkan sekarang sudah ada penetasan telurnya sendiri. Dagingnya pun sudah diperjualbelikan.
"Tantangannya lebih ke tempat karena kita di perkotaan dan memang tempat itu masih sangat kurang untuk mengembangbiakkan ayam," kata Putri.
Lokasi peternakan tersebut berada di RW 7 dan RW 2 Neglasari, belakang GOR Citra. Ia juga menjelaskan, pesanan ayam di kelompok Buruan Saenya meningkat saat hari-hari raya.
"Cuman kalau biasanya pemesanan itu akan meningkat di saat-saat kayak mau Lebaran karena memang ayam kami ini ayam kampung," akunya.
Untuk kisaran harganya, dibanderol tergantung ukuran ayam. Ada yang mulai dari Rp40.000 - Rp70.000 per ekor.
Sedangkan untuk pengeraman telur, mereka sudah memiliki alat sendiri yang suhu dan semua kebutuhannya telah diatur. Namun, karena tempatnya yang kurang memadai, penetasan telur pun berlokasi di kantor kelurahan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!