'Buruan Sae' Peninggalan Alm Mang Oded Sekarang Tumbuh Ada 375 Titik
Menanggapi hal tersebut, Asisten Daerah 2 Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M Attauriq menyampaikan, perlu ada kiat dan upaya dari semua warga Bandung untuk memastikan pasokan tetap aman terkendali.
"Per Juni ini, inflasi Year on Year (YoY) kita berada di 3,80 persen. Ini di bawah rata-rata nasional dan Jabar," aku Eric.
Menurutnya, inflasi menjadi salah satu parameter formil berkaitan dengan daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan di sebuah wilayah.
"Kami sangat konsen dengan ketahanan pangan ini. Apalagi dampak dari pasca Covid-19 dan geopolitik dunia, maka hal yang jadi utama adalah ketahan pangan," tuturnya.
Ia berharap, dukungan dari para warga yang menjalankan Buruan Sae bisa semakin ditingkatkan, sehingga target ketahanan pangan di Kota Bandung bisa terwujud.
Salah satu penggiat Buruan Sae di Kelurahan Ledeng, Yadi Supriyadi menuturkan, mulanya ia hanya bergerak di bidang lingkungan. Namun, melihat potensi yang ada, akhirnya ia menggerakkan pemuda dan masyarakat sekitar Ledeng untuk membuat perubahan.
"Saya membentuk CAI (Cinta Alam Indonesia) dari tahun 2015. Lalu saat pandemi muncul di tahun 2020, kita mencobalah untuk membantu ketahanan pangan masyarakat. Kita coba ke DKPP minta bantuan bibit," jelas Yadi.
Selama menjalankan program Buruan Sae, hasil pangan di wilayahnya bisa membantu warga yang dikarantina. Selain itu, ia juga mengembangkan maggot melalui kolaborasikan program antara pengolahan limbah organik menjadi ketahanan pakan dan pangan bagi Kota Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!