Bupati Sumedang Yudia Ramli: Pemberantasan Korupsi Harus Bersinergi dan Berkolaborasi
ED
Editor
Shinta Dewi P
Kamis, 8 Agustus 2024 | 14:44 WIB
VISI.NEWS | SUMEDANG - Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan sendirian. Menurutnya, semua pihak harus bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia. "Semua pihak harus bersinergi dan kolaborasi, bahu membahu untuk bisa memberantas korupsi," kata Yudia saat menghadiri pembukaan Roadshow Bus KPK 2024 dengan tema ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’ dan Rakor Kepala Daerah Percepatan Sertifikasi Barang Milik Daerah di Gedung Sate, Kamis (8/8/2024).
Ketua KPK RI, Nawawi Pomolango, didampingi Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, serta Forkopimda Jawa Barat, membuka Roadshow Bus KPK 2024 dengan memainkan angklung secara bersamaan. Roadshow ini berlangsung selama empat hari dengan tujuan membumikan isu-isu pemberantasan korupsi, menyosialisasikan program antikorupsi, mempererat keterlibatan masyarakat dalam program antikorupsi, serta membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai stakeholders dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Yudia Ramli juga menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak usia dini. “Pendidikan antikorupsi diajarkan dari mulai usia dini, dari PAUD. KPK sedang membuat satu materi untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah buku yang mengajarkan,” ujar Yudia.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengajak seluruh kepala daerah untuk bekerja sama dengan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. “Perkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan KPK agar program-program antikorupsi dapat berjalan efektif dan efisien,” katanya.
Dalam Rakor Kepala Daerah Percepatan Sertifikasi Barang Milik Daerah, Bey menyerukan pemahaman di antara seluruh kepala daerah tentang pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. "Tantangan yang dihadapi semakin kompleks dan penuh dengan ketidakpastian baik dalam bidang ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, perlu membangun kerja sama yang kuat dan solid, yang didasari pada kepentingan masyarakat demi kesejahteraan seluruh rakyat Jawa Barat," ujar Bey.
BACA JUGA : Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli Buka Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang untuk 120 Peserta Magang
Bey juga menekankan pentingnya kolaborasi antar wilayah di Jabar untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan dan penguatan ekonomi daerah. "Kolaborasi yang erat antar wilayah di Jabar akan menjadi wadah yang sangat efektif dalam memperkuat sinergi untuk pengembangan dan penguatan ekonomi daerah," tambahnya.
Dalam Rakor tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan dan Penyerahan Sertipikat BMD Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang disaksikan oleh Direktur Koordinasi dan Supervisi Wil. II KPK dan Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat. Yudia Ramli menyebutkan bahwa Pemda Kabupaten Sumedang akan melakukan MoU dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang untuk pencapaian sertifikasi aset daerah. "Sumedang dapat 1.950 sertifikat aset daerah selama 5 tahun. Tahun ini harus mencapai 400 sertifikat," jelasnya.
Menurut Yudia, manajemen aset daerah merupakan salah satu area intervensi Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Sertifikasi aset daerah untuk melindungi secara hukum seluruh aset Pemda. Dengan aset yang sudah tersertifikasi, manfaatnya lebih jelas,” tutup Yudia.
@rizalkoswara
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!