Bupati Pasuruan Kukuhkan Tim Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi
VISI.NEWS | PASURUAN - Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Pasuruan, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, mengukuhkan Tim Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (PENAKIB). Pengukuhan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kota Pasuruan pada Senin (26/8/2024), dihadiri oleh berbagai elemen lintas sektor.
Tim PENAKIB terdiri dari berbagai pihak terkait, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), DP3AKB, Bappelitbangda, hingga stakeholder lainnya seperti Tim Penggerak PKK dan APINDO. Pembentukan tim ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Ani Latifah, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan stakeholder dalam menjalankan tugas PENAKIB. Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan memerlukan koordinasi lintas program dan sektor yang solid.
"Dengan adanya tim ini, kita berharap koordinasi antara berbagai pihak bisa lebih baik dalam menyusun strategi penurunan angka kematian ibu dan bayi. Ini termasuk peningkatan pengetahuan dan kemampuan tim dalam menjalankan tugasnya," ungkap Ani.
Dalam tiga tahun terakhir, angka kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) di Kabupaten Pasuruan menunjukkan fluktuasi. Pada tahun 2021, saat pandemi Covid-19 mencapai puncaknya, tercatat 25 kasus kematian ibu melahirkan dan 105 kasus kematian bayi baru lahir. Angka tersebut menurun pada tahun 2022 dan 2023, namun tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Baca Juga : DPRD Kabupaten Pasuruan Usulkan Andriyanto sebagai Kandidat Pj Bupati Pasuruan
Di tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mencatat 13 kasus kematian ibu melahirkan dan 38 kasus kematian bayi baru lahir. Melihat data tersebut, Ani menegaskan perlunya gerakan masif untuk mencegah anemia pada remaja putri dan ibu hamil, yang merupakan salah satu faktor risiko utama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!