Bupati Jember Luncurkan Inkubator Agribisnis untuk Hilirisasi Pertanian

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Rabu, 22 Juli 2026 | 09:46 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Inkubator Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Kecamatan Jenggawah, Selasa (21/7/2026).

Program ini diproyeksikan menjadi wadah pengembangan agribisnis terpadu yang menghubungkan petani, kelompok tani, pelaku UMKM, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga pemerintah dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Fokus awal pengembangan diarahkan pada hilirisasi komoditas jagung agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan membuka peluang usaha baru.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan sektor pertanian tidak lagi cukup berorientasi pada peningkatan produksi semata. Menurutnya, tantangan saat ini adalah bagaimana hasil pertanian mampu diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Jember memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Karena itu, kami ingin memastikan setiap hasil pertanian mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, pengembangan UMKM, dan terbukanya lapangan pekerjaan baru. Kehadiran Inkubator Agribisnis UKRI menjadi mitra strategis untuk mewujudkan tujuan tersebut," ujarnya.

Gus Fawait juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi perguruan tinggi agar hasil penelitian dan inovasi dapat diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.

"Kami berharap inovasi yang lahir dari kampus tidak berhenti di ruang akademik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, kelompok tani, UMKM, hingga generasi muda yang ingin berwirausaha di sektor pertanian. Sinergi seperti inilah yang akan mempercepat kemajuan daerah," katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma, menjelaskan Inkubator Agribisnis UKRI dibangun sebagai pusat pendampingan dan inovasi yang mengintegrasikan seluruh rantai usaha pertanian, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil, akses pembiayaan, hingga pemasaran.

Menurutnya, konsep tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem agribisnis yang mampu meningkatkan daya saing produk pertanian sekaligus melahirkan pelaku usaha baru di sektor pangan.

"Inkubator ini bukan hanya mendampingi petani, tetapi membangun kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan," jelasnya.

Pengembangan Inkubator Agribisnis UKRI melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, lembaga perbankan, serta petani dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut difokuskan pada penguatan budidaya komoditas unggulan, hilirisasi hasil pertanian, pengembangan UMKM berbasis pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Jember diharapkan mampu menjadi daerah percontohan dalam pengembangan agribisnis berbasis inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan petani.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.