Bupati Jember Kukuhkan Forum Komunikasi Pesantren dan Guru Ngaji
Selain itu, forum komunikasi ini akan berfungsi sebagai sarana pendataan dan pemetaan potensi santri secara lebih akurat. Dengan dukungan jaringan pengurus yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa, pemerintah daerah dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat pesantren.
Tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan ketenagakerjaan, Pemkab Jember juga berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi di lingkungan pondok pesantren. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan santri dan pengelolaan lingkungan pesantren akan menjadi bagian dari agenda koordinasi forum ke depan.
Gus Fawait optimistis keberadaan Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Forum Komunikasi Guru Ngaji akan menjadi jembatan penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kolaborasi yang kuat, seluruh potensi yang dimiliki kalangan pesantren dan guru ngaji diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat terwujudnya pembangunan Kabupaten Jember yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan dukungan semua pihak, termasuk pondok pesantren dan guru ngaji. Dengan semangat kebersamaan ini, kami yakin cita-cita mewujudkan Jember Baru yang maju dapat tercapai,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!