Bupati Dadang Supriatna Optimis Penanganan Stunting di Kabupaten Bandung Bisa Selesai
Disebutkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 target prevalensi stunting tahun 2022 adalah sebesar 18,4 persen di 460 kabupaten/kota prioritas.
"Sementara pada tahun 2023 sebesar 16 persen di 514 kabupaten/kota prioritas. Tahun 2024 sebesar 14 persen di 514 kabupaten/kota prioritas," jelasnya.
Maka, imbuh Bupati Bedas, untuk mencapai prevelensi stunting 14 persen pada tahun 2024, dibutuhkan penurunan sebesar 3,4 persen setiap tahunnya berdasarkan trend prevelensi stunting.
Ia pun mengungkapkan berdasarkan kondisi faktual berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, yang harus ditetapkan itu masalah angka.
"Data base merupakan suatu acuan, saya juga minta ke Kadis Kesehatan untuk membuat data yang sebenar-benarnya," katanya.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, mengatakan, berangkat dari data base itu, pihaknya akan menyampaikan ke Gubernur Jabar. Ia juga minta bantuan Kapolda Jabar untuk ikut dalam rapat koordinasi untuk memberikan masukan-masukan.
"Saya yakin dengan program pentahelix, masalah stunting bisa selesai. Maka, bakti sosial yang dilaksanakan Pak Kapolresta Bandung dan juga Pak Kapolda Jabar di tengah-tengah kita semua. Saya optimis dengan hadirnya Pak Kapolda Jabar, maka stunting di Jawa Barat akan selesai, terutama di Kabupaten Bandung," ujarnya.
Dikatakannya, untuk menyelesaikan persoalan stunting ini minimal harus ada waktu tiga bulan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!