Bupati Bandung Siapkan Beasiswa Bedas Calakan Perkuat Sekolah Swasta
Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah./visi.news/ist.
Selanjutnya, kata dia, ada residu domisili, tentunya harus sesuai dengan kriteria Bedas Calakan untuk mendapatkan beasiswa. Hal itu berkaitan dengan keluarga dan kondisi ekonomi yang tidak mampu.
"Sekarang kita akan memfilter dari jalur prestasi. Itu yang masuk kelurga tidak mampu secara ekonomi, bisa kita fasilitasi untuk menerima beasiswa Bedas Calakan," tuturnya.
"Ini salah satu kebijakan yang bisa menaungi dua sisi. Satu untuk memastikan anak-anak bisa melanjutkan sekolah, dengan alasan ekonomi dan tidak diterima di sekolah negeri. Juga untuk memperkuat sekolah swasta. Kedua, untuk memperkuat keberadaan sekolah swasta. Karena sekolah swasta berdasarkan Undang-undang ada kewajiban untuk memberikan kebijakan subsidi 10 persen kepada siswa miskin. Sekarang kita perkuat dengan Bedas Calakan," imbuhnya.
Asep Kusumah mengungkapkan bahwa animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta juga cukup tinggi. Di antaranya, ada sekolah swasta yang sudah menutup pendaftaran siswa barunya, sebelum SPMB di sekolah negeri diumumkan.
"Itu karena banyak orang tua yang tertarik menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Meski demikian, ada juga sekolah swasta yang harus kita perkuat. Kita juga akan fokus pada sekolah swasta, karena sekolah swasta juga ada yang membutuhkan penguatan dari sisi rekrutmen para siswa baru atau murid baru," katanya.
Kepala Disdik juga turut mengungkapkan hal-hal yang baru di SPMB 2026 ini. "Pak Bupati visi misinya jelas di SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini, semua harus sekolah," katanya.
Menurutnya, dengan semua harus sekolah, diwujudkan melalui pelaksanaan Kick Of SPMB yang dilaksanakan Bupati Bandung. "Kita dengan memberikan penguatan ke jenjang pendidikan non formal. Saat Kick Of SPMB ada MoU di antaranya dengan Forum Pondok Pesantren dan Kementerian Agama," katanya.
Menurutnya, pendidikan non formal bisa menampung para santri, dan kebetulan di Kabupaten Bandung ada sekitar 102 pondok pesantren yang masih menerapkan pendidikan salafiyah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!