Pemkab Jember Prioritaskan Warga Sekitar Hutan Lewat Perhutanan Sosial 10 Jul 2026 PT MBK Salurkan Zakat Perusahaan Perkuat Sinergi Usaha dan Pemerintah Kencong 10 Jul 2026 Beckham Putra Antusias Kembali Perkuat Timnas Indonesia 10 Jul 2026 Pramono: Tiga Korban Tewas di Gorong-gorong Bukan Pegawai PAM Jaya 10 Jul 2026 ESDM Ungkap Penyebab SPBU Shell Belum Jual Bensin 10 Jul 2026 Samir Nasri Diperiksa Polisi Prancis Terkait Dugaan Pencucian Uang 10 Jul 2026 Bupati Bandung Siapkan Beasiswa Bedas Calakan Perkuat Sekolah Swasta 10 Jul 2026 Tepis Isu Pengunduran Diri, Jampidsus Febrie Adriansyah Tegaskan Masih Bertugas 10 Jul 2026 Kejati Jateng Kumpulkan Data SPPG untuk Monitoring Program MBG 10 Jul 2026 Usai Isu Penggeledahan, Jampidsus Febrie: Penanganan Kasus Korupsi Tetap Berjalan 10 Jul 2026 Pemkab Jember Prioritaskan Warga Sekitar Hutan Lewat Perhutanan Sosial 10 Jul 2026 PT MBK Salurkan Zakat Perusahaan Perkuat Sinergi Usaha dan Pemerintah Kencong 10 Jul 2026 Beckham Putra Antusias Kembali Perkuat Timnas Indonesia 10 Jul 2026 Pramono: Tiga Korban Tewas di Gorong-gorong Bukan Pegawai PAM Jaya 10 Jul 2026 ESDM Ungkap Penyebab SPBU Shell Belum Jual Bensin 10 Jul 2026 Samir Nasri Diperiksa Polisi Prancis Terkait Dugaan Pencucian Uang 10 Jul 2026 Bupati Bandung Siapkan Beasiswa Bedas Calakan Perkuat Sekolah Swasta 10 Jul 2026 Tepis Isu Pengunduran Diri, Jampidsus Febrie Adriansyah Tegaskan Masih Bertugas 10 Jul 2026 Kejati Jateng Kumpulkan Data SPPG untuk Monitoring Program MBG 10 Jul 2026 Usai Isu Penggeledahan, Jampidsus Febrie: Penanganan Kasus Korupsi Tetap Berjalan 10 Jul 2026

Bupati Bandung Siapkan Beasiswa Bedas Calakan Perkuat Sekolah Swasta

Desi Rossilawati
Jumat, 10 Juli 2026 | 15:35 WIB
Bagikan
Bupati Bandung Siapkan Beasiswa Bedas Calakan Perkuat Sekolah Swasta

Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah menyelesaikan pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) Tahun Ajaran 2026/2027. Pada hari Kamis (9/7/2026) pukul 16.00 WIB, memasuki tahap 2 pengumuman SPMB pada jalur prestasi dan mutasi  pada jenjang pendidikan SMPN. 

"Sekarang kita bisa mengetahui ada yang merasa berbahagia karena sesuai dengan pilihannya diterima. Ada juga nanti ada yang harus memilih kembali di luar sekolah yang pernah dipilih pada saat SPMB tahap 2," kata Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, di Soreang, Kamis (9/7/2026) sore. 

Ia mengatakan Bupati Bandung Dadang Supriatna sudah menyiapkan berkaitan dengan pendaftaran SPMB pada tahap pertama lalu menyiapkan jalur domisili  dan afirmasi. 

"Untuk jalur afirmasi ada residu kurang lebih sekitar 1.200 orang yang tidak diterima di sekolah negeri dan itu mereka menjadi prioritas untuk menerima beasiswa Bedas Calakan (Bedas Cerdas Aktif Melanjutkan)," kata Asep Kusumah. 

Menurutnya, ketika mereka tidak diterima di sekolah negeri, dan mereka  akan melanjutkan sekolah ke sekolah swasta, kemudian lapor ke pihak sekolah. 

"Nanti pihak sekolah lapor ke kita (Dinas Pendidikan) untuk mendapatkan fasilitas beasiswa Bedas Calakan. Jadi yang residu afirmasi karena mereka desil satu sampai empat, sudah itu karpet merah untuk menerima beasiswa Bedas Calakan," katanya. 

Sisanya, lanjut Kepala Disdik, karena tahun ini Bupati Bandung baru merencanakan untuk 2.158 orang fasilitasi beasiswa Bedas Calakan. Setiap siswa mendapatkan Rp 1 juta per tahun. Nanti pada APBD Perubahan akan ditambah menjadi 5000 beasiswa Bedas Calakan. 

"Jadi residu afirmasi sudah clear ya, jadi residu 1.200 orang sudah aman," ujarnya. 

Selanjutnya, kata dia, ada residu domisili, tentunya harus sesuai dengan kriteria Bedas Calakan untuk mendapatkan beasiswa. Hal itu berkaitan dengan keluarga dan kondisi ekonomi yang tidak mampu. 

"Sekarang kita akan memfilter dari jalur prestasi. Itu yang masuk kelurga tidak mampu secara ekonomi, bisa kita fasilitasi untuk menerima beasiswa Bedas Calakan," tuturnya. 

"Ini salah satu kebijakan yang bisa menaungi dua sisi. Satu untuk memastikan anak-anak bisa melanjutkan sekolah, dengan alasan ekonomi dan tidak diterima di sekolah negeri. Juga untuk memperkuat sekolah swasta. Kedua, untuk memperkuat keberadaan sekolah swasta. Karena sekolah swasta berdasarkan Undang-undang ada kewajiban untuk memberikan kebijakan subsidi 10 persen kepada siswa miskin. Sekarang kita perkuat dengan Bedas Calakan," imbuhnya. 

Asep Kusumah mengungkapkan bahwa animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta juga cukup tinggi. Di antaranya, ada sekolah swasta yang sudah menutup pendaftaran siswa barunya, sebelum SPMB di sekolah negeri diumumkan. 

"Itu karena banyak orang tua yang tertarik menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Meski demikian, ada juga sekolah swasta yang harus kita perkuat. Kita juga akan fokus pada sekolah swasta, karena sekolah swasta juga ada yang membutuhkan penguatan dari sisi rekrutmen para siswa baru atau murid baru," katanya. 

Kepala Disdik juga turut mengungkapkan hal-hal yang baru di SPMB 2026 ini. "Pak Bupati visi misinya jelas di SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini, semua harus sekolah," katanya.

Menurutnya, dengan semua harus sekolah, diwujudkan melalui pelaksanaan Kick Of SPMB yang dilaksanakan Bupati Bandung. "Kita dengan memberikan penguatan ke jenjang pendidikan non formal. Saat Kick Of SPMB ada MoU di antaranya dengan Forum Pondok Pesantren dan Kementerian Agama," katanya. 

Menurutnya, pendidikan non formal  bisa menampung para santri, dan kebetulan di Kabupaten Bandung ada  sekitar 102 pondok pesantren yang masih menerapkan pendidikan salafiyah. 

"Mencetak hafidz Qur'an, kemudian pesantren mendorong anak-anak masuk ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Pak Bupati Bandung juga sudah support dalam pelaksanaan kegiatan PKBM, diantaranya bantuan untuk tutor dan bantuan kelembagaan," jelasnya. 

Ia mengatakan anak-anak usia sekolah yang masuk PKBM juga mendapatkan bantuan dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Sekolah itu tidak hanya formal, tetapi juga non formal. 

Pemerintah Kabupaten Bandung juga bekerjasama dengan Lapas Jelekong Baleendah karena ada sekitar 230 warga binaan, strata pendidikannya antara 70-80 persen masih pendidikan SD. 

"Dulu sudah ada kerja sama dengan PKBM Babusalam, tapi daya tampungnya hanya untuk satu kelompok belajar atau sekitar 30 orang.  Kita sudah minta bantuan ke Disdukcapil, untuk integrasi data kependudukan di Lapas. Harapannya bisa menambah beberapa kelompok belajar, sehingga warga Kabupaten Bandung yang ada di Lapas ada pilihan untuk menambah penyetaraan  menambah pilihan saat keluar dari Lapas memiliki ijazah," tuturnya. 

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Bandung juga siap menyediakan alat atau perangkat komputer untuk persiapan ujian bagi warga binaan di Lapas. 

"Pak Bupati di APBD Perubahan akan belanja dua set alat komputerisasi untuk warga binaan di Lapas, disaat pelaksanaan ujian. Kita akan pinjamkan secara mobile. Kemudahan ketika mereka melakukan assessment atau melaksanakan ujian nasional," katanya. 

Lebih lanjut Asep Kusumah mengatakan, bahwa pada SPMB tahun ini tidak lagi dilaksanakan satu tahap,  melainkan dua tahap. 

"Apa pertimbangannya, bahwa tahap satu itu harus menjadi prinsip sekolah dekat, sekolah murah, sekolah mudah. Makanya tahap satu ini, jalur domisili dan afirmasi yang didahulukan. Tahap duanya melalui jalur prestasi dan mutasi. Harapannya memberikan kesempatan kepada anak-anak yang berprestasi," katanya.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan SPMB ini juga disosialisasikan dengan melibatkan DPRD Kabupaten Bandung, selain para camat dan para kepala desa. Karena terkait dengan SPMB, masyarakat menyampaikan aspirasinya ke anggota dewan. Di samping itu, Disdik juga menyiapkan Pos Pengaduan dan hotline untuk pengaduan dari masyarakat terkait pelaksanaan SPMB. 

"Dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan akses lebih banyak terkait dengan pelaksanaan SPMB," ujarnya. @kos

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.