Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Bupati Bandung Kang DS Temui Delegasi China Bahas Peluang Investasi

Desi Rossilawati
Senin, 6 Oktober 2025 | 08:51 WIB
Bagikan
Bupati Bandung Kang DS Temui Delegasi China Bahas Peluang Investasi

VISI.NEWS | KAB BANDUNG - Ketua Harian Asosiasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia (APKASI) Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri pertemuan strategis antara Dewan Pengurus Apkasi dengan Delegasi China, di The Pearl Chinese Restaurant JW Marriot Kuningan Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Kegiatan Luncheon Meeting dengan International Academicians Science and Technology Innovation Centre (IASTIC) Beijing dan investor dari China ini membahas peluang kerjasama investasi di berbagai sektor. Seperti perkebunan, pertanian, Industrialisasi Kopi, energi terbarukan dan hal-hal strategis lainnya.

Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS ini menyebut Kabupaten Bandung memiliki sumber daya alam yang luar biasa karena ada perkebunan teh, kopi, kakao dan rempah-rempah yang biasa diekspor ke Eropa.

"Lebih dari itu Kabupaten Bandung juga merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Barat dengan tingkat kunjungan mencapai 7 juta wisatawan per tahun," ungkap Kang DS.

Untuk itu pihaknya membuka peluang investasi di bidang pariwisata dengan membangun infrastruktur transportasi ke wilayah obyek wisata seperti Ciwidey.

"Kami berharap bisa diantifkannya kembali jalur rel kereta api ke Ciwidey yang melintasi wilayah Pacira atau dengan dibuatkan kereta gantung," kata Kang DS.

Ia pun mengungkapkan Stasiun Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Whoosh, salah satunya masuk wilayah Kabupaten Bandung tepatnya di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang.

"Kedua, kami juga ingin membuat jalan tol dari Soreang ke Pacira sampai Cidaun untuk pengembangan pariwisata di Bandung selatan, yang memerlukan investasi Rp2 triliun," imbuhnya.

Kemudian persoalan sampah, menurutnya cara lain dalam mengatasi sampah di seluruh daerah adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Sementara Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menyatakan pertemuan ini membuka babak baru kemitraan strategis untuk pembangunan daerah.

Zarnubi menegaskan komitmen 416 kabupaten untuk menjajaki kerja sama. Antara lain di bidang Sains dan Teknologi, Pertanian dan Perkebunan, Peningkatan SDM, Investasi Irigasi dan Pengelolaan Sampah

Lebih lanjut Bursah memetakan secara rinci potensi komoditas unggulan daerah yang siap digarap, mulai dari kopi, kakao, kelapa, durian, bambu, sarang walet, hingga rempah-rempah. Tidak berhenti di situ, Ketum Apkasi juga menyoroti kebutuhan investasi di sektor yang lebih fundamental.

“Kami juga membutuhkan investasi di bidang irigasi pertanian untuk mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan dan swasembada pangan, serta pengelolaan sampah. Inilah yang bisa dikerjasamakan dalam peringatan hubungan baik antara Indonesia dengan Tiongkok,” papar Bursah.

Nuansa hangat hadir dari Presiden IASTIC, Prof. C.C. Chan, yang mengaku lahir di Magelang. Chan menyatakan misi untuk mempererat hubungan Indonesia-Tiongkok dan siap mendukung modernisasi sektor pertanian dengan teknologi yang dimiliki.

Pertemuan bersejarah ini dihadiri oleh sejumlah bupati yang menjadi motor penggerak pembangunan di daerahnya, antara lain Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Bupati Sambas Satono, Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah, dan Sekda Kabupaten Kepulauan Seribu Tri Indra.

Para kepala daerah ini hadir didampingi oleh Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang dan Tony Aditya selaku inisiator pertemuan bilateral tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah daerah terhadap inisiatif kerja sama ini. Ini juga mencerminkan harapan besar untuk kemajuan di tingkat lokal. @kos

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.