Bupati Bandung Instruksikan Segera Tangani Bencana Pergerakan Tanah di Ciwidey
VISI.NEWS | CIWIDEY - Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna menginstruksikan ke organisasi perangkat (OPD) terkait untuk segera menangani bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan amblasnya jalan desa di Kampung Pasirhonje, RW 08, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung pada Jumat (12/5/2023).
Bupati Bandung mengatakan, meski jalan tersebut berstatus jalan desa, namun jika desa dan kecamatan mengajukan bantuan penanganan, maka akan segera ditindaklanjuti OPD terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.
"Pihak Kecamatan Ciwidey sudah mengajukan surat ke DPUTR dan BPBD, termasuk ke BBWS. Saya sudah instruksikan agar BPBD dan DPUTR untuk segera melakukan langkah penanganan atas bencana pergerakan tanah yang mengakibatkan amblasnya jalan di Kampung Pasirhonje Ciwidey tersebut, dan berkordinasi dengan pihak BBWS" kata bupati kepada wartawan di Soreang, Sabtu (13/5/2023).
Menurutnya, amblasnya jalan desa tersebut termasuk kategori bencana sehingga dalam penangannya bisa dengan mengeksekusi Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari APBD.
Bupati Dadang Supriatna menerangkan, dari hasil assesment pihak Kecamatan Ciwidey, amblasnya jalan tersebut kemungkinan terpengaruh oleh jembatan yang melintas di atas Sungai Cangkorah. Selain itu juga kondisi tanah yang labil, sehingga berdampak pada kerusakan tembok penahan tanah (TPT) yang dibangun pada tiga tahun yang lalu.
"Kalau jembatannya masih utuh, hanya ada sedikit kerusakan para bagian sayap jembatan, karena terpengaruh oleh kondisi TPT yang amblas akibat air dari pesawahan yang meresap ke bangunan TPT. Jadi, yang amblas itu jalan desa di Pasirhonje. Jalannya juga jalan buntu, bukan jalan penghubung," jelas bupati.
Dalam surat dari Kecamatan Ciwidey tertanggal 12 Mei 2023 itu disebutkan, bencana pergerakan tanah di sempadan Sungai Cangkorah di area Sub DAS Ciwidey tersebut, terjadi pada Jumat 12 Mei 2023 pukul 13.00 WIB. Dari hasil assesment Kecamatan Ciwidey tercatat masyarakat terdampak sekitar 600 jiwa pada 200 KK.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!