"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

Bupati Bandung Hadiri Munas II OpenDesa 2023

ED
Minggu, 22 Januari 2023 | 15:12 WIB
Bagikan
Bupati Bandung Hadiri Munas II OpenDesa 2023

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Bupati HM Dadang Supriatna mengatakan bahwa digitalisasi di berbagai sektor sudah menjadi suatu hal yang sangat penting dan tidak bisa dihindari.

Oleh karena itu Bupati sangat mengapresiasi pemanfaatan aplikasi OpenDesa guna memaksimalkan potensi wilayah melalui teknologi informasi sumber terbuka yang gratis dan bebas digunakan.

Hal tersebut diungkapkan Dadang Supriatna saat membuka kegiatan Musyawarah Nasional II OpenDesa 2023 di Balai Pertemuan Desa Cigondewahhilir, Kec. Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/01/2023).

"Digitalisasi itu sangat penting. Maka dengan adanya OpenDesa ini menjadi satu inisiatif dan inovasi yang sangat luar biasa. Tentunya melalui OpenDesa ini, kita bisa melihat informasi-informasi di setiap desa," ujarnya.

Bupati Bandung mengatakan ke depannya melalui Dashboard OpenDesa, diriya dapat melihat langsung berbagai data yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai bahan pendukung penetapan kebijakan lebih lanjut.

“Nanti melalui dashboard yang dikelola Diskominfo saya bisa melihat secara langsung memantau kegiatan-kegiatan OPD, kepala desa termasuk ke tingkat RT, sampai ke titik lokus rumah. Rumah miskin, masyarakat miskin, bantuan BLT dan sebagainya. Insyaallah di bulan Maret selesai semuanya," imbuhnya.

Bupati Bandung menambahkan jika seluruh data sudah dapat diakses melalui Dashboard OpenDesa, maka seluruh informasi, program, dan kegiatan yang dibutuhkan akan mudah diakses.

"Sehingga saya tidak perlu bertanya lagi ke para kadis atau camat, cukup melihat di level data dashboard yang ada di saya," katanya.

Bupati pun sangat mengapresiasi pelaksanaan Munas II OpenDesa yang dilaksanakan di Desa Cigondewah Hilir Kecamatan Margaasih ini karena selaras dengan program pemerintah dan dapat mengoptimalkan potensi masyarakat di desa.

“Insyaallah menjadi bagian dari banyak potensi wilayah untuk dikembangkan melalui Sistem Informasi Desa menuju Desa Cerdas," tuturnya.

Bupati Bandung menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung memiliki 270 desa 10 kelurahan, yang terdiri dari 116 desa mandiri, 123 desa maju, dan 28 desa berkembang.

"Dari keseluruhan itu, alhamdulillah di Kabupaten Bandung tidak ada lagi desa tertinggal maupun sangat tertinggal," katanya.

Oleh karenanya Bupati Dadang Supriatna menyebutkan, dengan status desa mandiri terbanyak di Jawa Barat, itu dapat menjadi modal untuk terus dikembangkan menjadi desa digital terbuka dan diharapkan akan semakin mendukung berbagai aktivitas dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga berharap, melalui munas ini akan dihasilkan sebuah konsep ideal untuk meningkatkan layanan yang lebih tepat dan inovatif di desa maupun di masyarakat. Selain itu memberikan kontribusi sekaligus berpartisipasi sebagai penggerak dan mendorong laju perekonomian masyarakat.

"Saya berkomitmen agar Kabupaten Bandung melakukan sebuah terobosan. Alhamdulillah saat ini semua desa, sudah menggunakan e-office. Para kepala desa dan pak camat sudah menggunakan e-office sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu walaupun Pak Kades dan Pak Camatnya tidak ada di ruangan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum OpenDesa sekaligus Ketua Panitia Open Desa Lusianto mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung yang menyempatkan diri untuk hadir pada Munas II OpenDesa.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa yang telah membantu dan mensukseskan kegiatan Munas II Open Desa 2023 tersebut.

"Tujuan kami menyelenggarakan acara ini yaitu untuk mendukung keberlanjutan pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) menuju desa cerdas, yang telah digunakan oleh lebih dari 17.500 desa. Khususnya di desa-desa di Kabupaten Bandung, dari 270 desa dan 10 kelurahan sudah 100 persen menggunakan open. Tinggal kita lebih memanfaatkan pengembangan aplikasi ini," katanya.

Lusianto berharap Open SID yang sudah diterapkan di desa masing-masing bisa membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan 13 program prioritas Bupati Bandung dan mendukung visi misi Pemerintah Kabupaten Bandung, yaitu mewujudkan Bandung Bedas. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.