Bupati Bandung: 13 Program Prioritas itu Semuanya Berpihak pada Masyarakat
"Masih ingat pada Pemilu 2019 lalu, banyak petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sakit dan banyak yang meninggal dunia," katanya.
Atas dasar pengalaman tersebut, Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna ini, melalui kebijakannya menggulirkan program BPJS Ketenagakerjaan, di antaranya untuk petugas KPPS dan unsur lainnya.
"Pada Pemilu 14 Februari 2024 ini, sebelum dan setelah hari H sudah ada 17 orang petugas KPPS dan Bawaslu 3 orang yang meninggal dunia sehingga berjumlah 20 orang. Ahli warisnya mendapatkan santunan jaminan kematian sebesar Rp 42.000.000,- setiap orangnya. Itulah manfaatnya BPJS Ketenagakerjaan. Pada Pemilu 2024 ini, sebanyak 113.447 petugas KPPS Kabupaten Bandung dan mereka mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Melalui program BPJS Ketenagakerjaan itu, masyarakat sangat terbantu dan merasakan manfaatnya. "Bisa dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat," ujarnya.
Bupati Bandung menyebutkan di Kabupaten Bandung masih terdapat seluas 16.915,90 hektare lahan pertanian padi, dan 1.219 kelompok tani.
"Pemkab Bandung memberikan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan untuk 87.781 petani di Kabupaten Bandung. Supaya kegiatan pertanian bisa tetap berjalan," katanya.
Kang DS pun sudah menggulirkan anggaran hibah sebesar Rp 25 miliar untuk program kartu tani SIBEDAS dengan sasaran 50.000 petani. Masing-masing petani menerima bantuan Rp 500.000, dalam bentuk subsidi pupuk atau prasarana sarana pertanian dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.
"Mulai tahun 2023 lalu, para petani padi pemilik lahan abadi dibebaskan biaya PBB artinya tidak harus bayar pajak. Syaratnya dibuktikan dengan Perdes yang dibuat oleh masing-masing desa. Lahan abadi ini boleh diperjualbelikan, tetapi tidak boleh digunakan kawasan pembangunan perumahan maupun pabrik," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!