Bunda Kota Bandung Resmi Dikukuhkan, Enam Amanah untuk Pembangunan Keluarga

ED
Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:05 WIB
Bagikan
Bunda Kota Bandung Resmi Dikukuhkan, Enam Amanah untuk Pembangunan Keluarga

VISI.NEWS | BANDUNG - Pendopo Kota Bandung sore itu tampak semarak. Bunga-bunga segar menghiasi ruangan, dan deretan kader perempuan dari berbagai kelurahan hadir dengan penuh semangat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mengiringi momen penting yang akan dikenang dalam sejarah pemberdayaan perempuan di Kota Bandung.

Di tengah antusiasme hadirin, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berdiri di podium, menyampaikan sambutan yang sarat makna. “Menjadi istri wali kota ternyata pekerjaannya lebih banyak dari wali kotanya sendiri,” ujarnya, disambut tawa dan tepuk tangan yang menggema di ruangan. Momen ini menandai pengukuhan Aryatri Benarto, istri Wali Kota, sebagai Bunda Kota Bandung dengan enam peran strategis sekaligus.

Aryatri kini resmi mengemban enam gelar: Bunda PAUD, Bunda Literasi, Bunda GenRe, Bunda Forum Anak Daerah (FAD), Ketua Sekolah Perempuan Kota Bandung, dan Ketua Forikan. Gelar-gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi mewakili enam pilar penting dalam pembangunan keluarga—mulai dari pendidikan, literasi, hingga gizi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan menekankan bahwa seluruh peran Bunda adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Di Bandung tidak ada kompetisi, yang ada hanya kolaborasi. Peran Bunda hadir untuk memastikan program kemasyarakatan berjalan dengan semangat cinta dan kebersamaan,” ujarnya.

Farhan juga memberikan pesan khusus untuk memastikan setiap program menyentuh masyarakat di akar rumput, hingga ke tingkat RW. Ia mencontohkan pentingnya peran Bunda PAUD dalam memperjuangkan kesejahteraan guru dan fasilitas pendidikan yang layak. “Tidak boleh ada PAUD yang masih memakai atap asbes. Itu harus diganti. Ini bagian dari cinta kita kepada anak-anak,” tegasnya.

Sebagai Bunda Literasi dan Bunda GenRe, Aryatri diharapkan mendorong gerakan membaca dan perencanaan hidup sehat di kalangan keluarga dan remaja. Farhan menyinggung ketimpangan angka kelahiran di beberapa wilayah, menekankan pentingnya edukasi keluarga. “Program GenRe harus jadi gerakan literasi keluarga, bukan sekadar sosialisasi,” katanya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.