Brasil Ulang Autopsi Juliana Marins, Temukan Luka Mematikan Usai Jatuh di Rinjani
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 11 Juli 2025 | 16:00 WIB
VISI.NEWS | BRAZIL - Jenazah Juliana Marins, turis asal Brasil yang tewas usai terjatuh di Gunung Rinjani, NTB, kembali diautopsi oleh pihak berwenang di negaranya. Hasil autopsi tersebut ternyata serupa dengan hasil pemeriksaan sebelumnya di Bali.
Dilansir dari O Globo pada Jumat (11/7/2025), otopsi baru menyatakan bahwa Juliana meninggal sekitar 10 hingga 15 menit setelah mengalami benturan hebat akibat jatuh dari tebing. Para ahli forensik Brasil menyebut, korban masih hidup dalam waktu singkat usai terjatuh namun berada dalam kondisi agonal, yakni fase kritis antara trauma dan kematian di mana organ-organ mulai gagal berfungsi.
Meskipun luka yang dialami Juliana dinyatakan mematikan, tim forensik menilai ia sempat mengalami beberapa menit penderitaan sebelum akhirnya meninggal dunia. Autopsi juga tidak dapat memastikan secara akurat hari dan jam kematian korban.
Autopsi ulang dilakukan atas permintaan keluarga yang mencurigai adanya kelalaian dalam upaya penyelamatan Juliana. Keluarga menilai ia sempat ditelantarkan setelah terperosok ke jurang.
Dalam laporan O Globo diungkap kronologi, di mana Juliana terjatuh pada 21 Juni 2025 dan baru dievakuasi pada 25 Juni atau hampir 90 jam kemudian. Saat ditemukan, nyawanya sudah tidak tertolong.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kota Niteroi, Brasil, meresmikan plakat nama Juliana di Camboinhas serta menamai mirador dan Pantai do Sossego dengan namanya.
Sebelumnya, hasil autopsi di RS Bali Mandara juga menunjukkan Juliana meninggal sekitar 20 menit setelah jatuh dengan luka terparah di bagian dada akibat benturan, bukan karena hipotermia. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!