Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026

BPBD Sebut Masih Ada Potensi Gempa Bumi di Kabupaten Bandung

Desi Rossilawati
Jumat, 4 April 2025 | 20:43 WIB
Bagikan
BPBD Sebut Masih Ada Potensi Gempa Bumi di Kabupaten Bandung

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Potensi gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung terus menjadi ancaman yang signifikan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka mengurangi risiko bencana gempa bumi.

rPernyataan tersebut disampaikan Uka Suska saat memberikan keterangan pers pada Kamis (3/4/2025), terkait dengan kejadian gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Gempa tersebut mengakibatkan ribuan jiwa menjadi korban, dan harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat di Kabupaten Bandung.

Peristiwa bencana alam gempa bumi tersebut harus menjadi perhatian semua komponen masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan.

"Memang di Kabupaten Bandung juga masih ada potensi bencana alam gempa bumi. Mengingat Kabupaten Bandung yang berada di Jawa Barat, Jawa, berada pada gerakan tiga lempeng besar. Yaitu, lempeng Eurasia (daratan Asia), lempeng Indo-Australia (Samudra Hindia) dan lempeng Pasifik (Samudra Pasifik), yang setiap tahun diperkirakan mengalami pergerakan di antara ketiga lempeng besar tersebut," jelas Uka Suska dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025) malam.

Uka Suska mengatakan dampak dari pergerakan dua lempeng samudra (lautan) dan satu lempeng benua (daratan) itu tidak menutup kemungkinan mengakibatkan terjadinya gempa bumi megathrust (gempa dengan kekuatan besar).

"Kapan gempa megathrust itu bakal terjadi? Sampai saat ini, kita belum memiliki alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi lebih dini potensi gempa bumi tersebut. Sementara alat yang sudah dimiliki itu, ketika sudah terjadi gempa bumi, sehingga bisa diketahui titik koordinat maupun episentrum atau pusat kedalaman gempa bumi. Termasuk untuk mengetahui kekuatan gempa bumi atau magnitudo, setalah terjadi gempa bumi," ungkap Uka Suska.

Menurutnya potensi gempa bumi itu tidak hanya disebabkan oleh pergerakan tiga lempeng besar tersebut. Di Kabupaten Bandung, katanya, ada potensi gempa bumi dari aktivitas Sesar Lembang yang bersumber dari Gunung Tangkuban Parahu.

Ia menyebutkan pergerakan Sesar Lembang itu dengan alur ke kawasan Cimenyan, Cilengkrang hingga Cileunyi, Kabupaten Bandung.

"Pergerakan Sesar Lembang itu harus kita waspadai karena diinformasikan akan mengakibatkan terjadinya gempa bumi megathrust. Kita bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi potensi itu ada berdasarkan hasil penelitian sejumlah pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan semua komponen masyarakat," katanya.

Uka Suska mengatakan terkait dengan ancaman potensi bencana alam gempa bumi dan kondisi cuaca di Jawa Barat itu, sempat dibahas dalam rapat koordinasi antara BMKG dengan para kepala pelaksana BPBD se-Jawa Barat pada Selasa (1/4/2025).

Rapat koordinasi secara daring melalui zoom meeting itu sempat membahas terkait bencana alam gempa bumi di Myanmar yang mengakibatkan ribuan jiwa jadi korban.

"Dengan adanya kejadian bencana alam gempa bumi di Myanmar itu, alangkah baiknya kita meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam upaya mengurangi risiko bencana. Mengingat kita tak pernah tahu kapan potensi gempa bumi itu bakal terjadi, karena sampai saat ini belum ada alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi lebih dini potensi ancaman gempa bumi," ujarnya. @kos

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.