BPBD Kabupaten Bandung Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Alam
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Meningkatkan kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam upaya mengurangi risiko disaat mengahadapi potensi bencana alam, terutama di daerah rawan bencana baik saat bencana maupun pasca-bencana.
Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyatakan bahwa mereka akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, tanpa memandang kondisi apapun.
"Mengingat Kabupaten Bandung masuk daerah rawan bencana. Dalam kondisi bagaimana pun, baik disaat melaksanakan aktivitas sehari-hari maupun disaat hari libur, BPBD dan para relawan tetap siap siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang bakal terjadi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama dalam keterangannya, Jumat (30/5/2025).
Uka Suska menambahkan bahwa bencana alam bersifat tidak bisa diprediksi secara pasti oleh manusia, terutama gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja tanpa gejala sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada alat untuk mengukur kekuatan gempa usai terjadi, belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan gempa akan terjadi."Lain halnya dengan potensi angin kencang, itu bisa terjadi secara tiba-tiba. Potensi angin kencang bisa bersamaan dengan turun hujan deras," katanya.
Uka Suska juga turut menjelaskan potensi ancaman gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan tidak bisa diprediksi oleh manusia.
"Sebab belum ada alat yang bisa mendeteksi bakal terjadi gempa bumi. Baru ada alat pasca terjadi gempa bumi, untuk mengetahui kekuatan atau magnitudo gempa bumi. Selain itu untuk mengetahui episentrum atau titik pusat kedalaman gempa bumi," jelasnya.
Uka Suska juga turut memberikan informasi terkini kejadian gempa bumi. Diinformasikan, Update. Info Gempa Mag:4.2, 30-May-25 04:12:25 WIB, Lok:7.38 LS - 107.18 BT (55 km BaratDaya KAB-BANDUNG-JABAR), Kedlmn: 10 Km, dirasakan Di Kec. Pagelaran, Cianjur II-III MMI ::BMKG.
"Namun sampai saat ini belum ada laporan dampak gempa bumi di Kabupaten Bandung. Kita terus melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak di setiap kecamatan," katanya.
Namun perlu diketahui pula oleh masyarakat, kata dia, dampak gempa bumi itu bisa menimbulkan kerusakan pada infrastruktur seperti bangunan dan rumah maupun hal lainnya.
Ia juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat, agar waspada terhadap potensi ancaman gerakan tanah dan longsor yang bisa terjadi kapan saja terutama di daerah lereng, gunung, atau tebing
"Longsor pada sebuah lahan atau lereng, gunung, perbukitan, tebing, bisa terjadi kapan saja. Namun potensi longsor atau pergerakan tanah bisa diwaspadai sejak dini, terutama bagi warga untuk menghindari lahan yang bakal terjadi longsor atau pergerakan tanah," tuturnya.
Uka Suska juga berharap kepada berbagai unsur yang ada di wilayah untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan.
"Karena keselamatan menjadi prioritas utama," katanya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!