Bos Kartel CJNG “El Mencho” Tewas dalam Operasi Militer Meksiko, Gelombang Kekerasan Meletus di Sejumlah Negara Bagian

ED
Senin, 23 Februari 2026 | 11:06 WIB
Bagikan
Bos Kartel CJNG “El Mencho” Tewas dalam Operasi Militer Meksiko, Gelombang Kekerasan Meletus di Sejumlah Negara Bagian
1" data-turn-id="request-698fc42f-6f14-8320-abd2-0943c8d35a0e-4" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">

VISI.NEWS | BANDUNG – Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, pemimpin kartel narkoba paling diburu di Meksiko dan Amerika Serikat, tewas setelah operasi militer besar-besaran di negara bagian Jalisco pada Minggu waktu setempat. Kematian bos Jalisco New Generation Cartel (CJNG) itu menjadi pukulan telak bagi jaringan kriminal paling kuat di Meksiko, sekaligus kemenangan simbolik bagi pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum di tengah tekanan dari Washington.

Oseguera, mantan polisi yang kemudian berbalik menjadi gembong narkotika, selama bertahun-tahun memimpin CJNG hingga berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling brutal dan berpengaruh di Meksiko. Ia tewas setelah mengalami luka serius dalam baku tembak dengan pasukan militer di Tapalpa, Jalisco. Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut Oseguera dan dua orang lainnya meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City untuk mendapatkan perawatan.

Dalam operasi tersebut, empat anggota kartel tewas di lokasi kejadian, sementara tiga personel militer Meksiko mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Pemerintah Meksiko menyatakan bahwa informasi pelengkap dari otoritas Amerika Serikat turut membantu jalannya operasi, meski pejabat pertahanan AS menegaskan bahwa keberhasilan misi sepenuhnya merupakan hasil kerja militer Meksiko.

“Namun saya ingin menekankan bahwa ini adalah operasi militer Meksiko, sehingga keberhasilannya adalah milik mereka,” ujar seorang pejabat pertahanan AS.

Tak lama setelah kabar kematian El Mencho tersebar, gelombang kekerasan pecah di sejumlah negara bagian, termasuk Jalisco, Michoacán, dan Guanajuato. Kelompok kriminal diduga membakar bus, memblokade jalan raya, serta membakar sejumlah toko dan apotek sebagai bentuk balasan. Asap tebal terlihat membumbung di berbagai titik di Puerto Vallarta, kota resor populer di pesisir barat Meksiko yang banyak dikunjungi wisatawan Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri AS segera mengeluarkan peringatan bagi warganya agar “mencari perlindungan dan tetap berada di rumah atau hotel sampai pemberitahuan lebih lanjut.” Sejumlah maskapai internasional seperti Delta Air Lines, Alaska Airlines, American Airlines, dan Air Canada membatalkan penerbangan menuju Puerto Vallarta dan Guadalajara, membuat sebagian wisatawan terjebak sementara waktu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.