Bos BI Ungkap Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti./visi.news/ekonomi bisnis.
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.40 WIB, dari sepuluh mata uang Asia yang dipantau, hanya dua mata uang yang menguat dan tujuh lainnya melemah terhadap greenback. Pelemahan terdalam terjadi pada rupiah yang terkoreksi tajam hingga 0,82% ke level Rp17.310/US$.
Sementara itu, tekanan besar juga dialami peso Filipina yang melemah 0,62% ke PHP 60,46/US$, disusul baht Thailand yang turun 0,43% ke THB 32,36/US$.
Won Korea Selatan melemah 0,21% ke KRW1.481,5/US$, sementara ringgit Malaysia turun 0,25% ke MYR 3,96/US$. Adapun dolar Taiwan melemah 0,15% ke TWD 31,51/US$, sedangkan dolar Singapura turun 0,07% ke SGD 1,276/US$. Yuan China juga melemah tipis 0,02% ke CNY 6,828/US$.
Dua mata uang yang masih mampu menguat adalah dong Vietnam yang naik 0,08% ke VND 26.300/US$ dan yen Jepang yang menguat tipis 0,01% ke JPY 159,46/US$. @desi
Baca Juga:Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!
Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.