Boost, Bisnis Fintech dari Axiata Group, Berkomitmen Percepat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM
Boost Merchants juga akan mendapatkan keuntungan dari Boost Kedai, sebuah platform digital yang dirancang untuk menyederhanakan proses rantai pasokan (supply chain) bagi UMKM di era ekonomi digital. Boost Kedai menghubungkan Boost Merchants dengan pemasok dan menawarkan metode pembayaran yang nyaman melalui Boost Tempo untuk manajemen arus kas.
Stefanus Warsito, CEO Boost Indonesia mengatakan, "Di Boost, kami selalu menjadi yang terdepan dalam menyajikan inovasi melalui layanan pembiayaan, untuk dapat memberdayakan bisnis secara digital, terutama di kalangan masyarakat yang kurang terlayani. Saat ini, kami bermitra dengan pelaku ekosistem untuk melihat bagaimana kami dapat mengubah model fintech lending kami yang terkini menjadi solusi dan produk usaha yang bernilai bagi UMKM di Indonesia agar tumbuh tak terbatas."
"Lebih dari 40% nasabah Boost di Malaysia dan Indonesia belum pernah menerima kredit dari penyedia jasa keuangan lain sebelumnya. Kami berupaya menjangkau lebih banyak UMKM di seluruh negeri melalui solusi holistik fintech kami yang dapat membantu mereka terus maju dalam pertumbuhan bisnis mereka," tambah Stefanus.
Boost memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam mendukung bisnis yang kurang terlayani. Sejak awal berdiri hingga tahun 2023, Boost telah menyalurkan pinjaman senilai hampir Rp9 triliun di Malaysia dan Indonesia, dengan lebih dari 40% atau sekitar Rp 3 triliun dari jumlah ini dicairkan di Indonesia.
Kepercayaan pada perusahaan terus meningkat dengan repeat rate atau pengajuan pinjaman kembali mencapai 90% pada pembiayaan mikro jangka pendek untuk Malaysia dan Indonesia. Hingga saat ini, Boost telah mencatatkan peningkatan dari tahun ke tahun sebanyak lebih dari 40% dalam catatan pinjamannya. Dengan pencairan rata-rata per bulan sebesar Rp 208 miliar, Boost memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain fintech teratas di Indonesia.
Sebagai pemimpin di sektor fintech, Boost terus menjadi pelopor di bidang ini dengan menata ulang teknologi untuk mempermudah kehidupan pengguna dan pebisnis, serta membawa mereka ke ruang lingkup ekonomi digital. Hal ini dilakukan dengan berfokus pada penawaran yang solutif, terutama untuk usaha melalui solusi merchant dan alat keuangan digital.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!