BOLA OUT | Jurnalis Kenakan Baju Bergambar Pelangi Dilarang Masuk Stadion Piala Dunia
Das akhirnya dibebaskan, dan seorang komandan keamanan meminta maaf kepada Wahl atas tindakan tersebut.
Dr Nayef Nahar Al-Shammar, direktur Pusat Kemanusiaan dan Ilmu Sosial Ibn Khaldon di Universitas Qatar, telah menimpali pendapatnya tentang situasi tersebut.
Dia tweeted: “Sebagai seorang Qatar saya bangga dengan apa yang terjadi. Saya tidak tahu kapan orang Barat akan menyadari bahwa nilai-nilai mereka tidak universal. Ada budaya lain dengan nilai berbeda yang harus sama-sama dihormati," ujarnya.
“Jangan lupa bahwa Barat bukanlah juru bicara kemanusiaan," imbuhnya.
Namun, tweetnya memicu reaksi, seperti yang ditulis oleh salah satu pengguna yang marah: “Jumlah orang yang menerima pembingkaian 'gay = western' ini mengejutkan. Seolah-olah tidak ada juga orang LGBT di Qatar”
Yang lain berkata: “Setiap satu syarat dan ketentuan selamat datang * berlaku.” @fen/sumber: operafootball.com
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!