Bojan Hodak Tinggalkan Warisan Besar untuk Persib
Bojan Hodak./visi.news/Persib.co.id.
VISI.NEWS | BANDUNG - Keberhasilan Persib mencatat sejarah sebagai klub pertama yang meraih tiga gelar juara beruntun sejak era Liga Indonesia menjadi penanda penting dalam perjalanan sepak bola nasional. Namun di balik pencapaian tersebut, terdapat pesan yang dinilai lebih besar dari sekadar trofi, yakni tentang kekuatan institusi yang mampu melampaui sosok pelatih maupun pemain.
Pesan itu disampaikan Bojan Hodak saat menutup masa tugasnya sebagai pelatih kepala Persib. Setelah tiga musim penuh dinamika, pelatih asal Kroasia tersebut akan menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Igor Tolic dan beralih ke peran baru sebagai Penasihat Teknik.
Hodak menilai kesuksesan yang diraih tidak lahir dari kerja individu. Ia menyebut kolaborasi seluruh elemen klub menjadi fondasi utama keberhasilan Pangeran Biru mempertahankan dominasi di tengah persaingan yang semakin ketat.
"Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua," kata Hodak dalam keterangannya dikutip, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, musim terakhir menjadi tantangan terbesar karena Persib harus melakukan perubahan besar dalam komposisi skuad. Pergantian 23 dari 31 pemain membuat proses adaptasi menjadi tidak mudah. Di saat bersamaan, sejumlah klub pesaing juga meningkatkan investasi untuk mengejar prestasi.
"Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini," katanya.
Dalam konteks yang lebih luas, Hodak melihat kekuatan utama Persib terletak pada identitas klub dan loyalitas bobotoh. Menurutnya, keberlangsungan kesuksesan tidak boleh bergantung pada satu figur tertentu.
"Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik," tegas Bojan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi mengenai kematangan Persib sebagai organisasi. Dukungan bobotoh yang semakin dewasa juga mendapat sorotan positif, terutama pada laga terakhir yang berlangsung kondusif tanpa gangguan di dalam stadion.
Meski tidak lagi berada di garis lapangan, Hodak memastikan hubungan dengan Persib belum berakhir. Ia akan tetap memberikan kontribusi melalui peran barunya setelah mengambil waktu istirahat karena alasan pribadi.
"Saya masih butuh sedikit istirahat karena alasan pribadi. Tapi, saya akan tetap berada di sekitar sini (Persib) dan siap membantu memberikan saran atau masukan kapan pun manajemen membutuhkan sesuatu, terutama pada aspek-aspek yang masih bisa ditingkatkan," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!