Boikot Libur Imlek Hantam Pariwisata Jepang, China Setop Puluhan Rute Penerbangan
“Baru-baru ini, keamanan publik di Jepang memburuk, dengan seringnya insiden tindakan ilegal dan kriminal yang menargetkan warga negara Tiongkok,” kata Departemen Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan. Mereka menambahkan bahwa warga negara China di Jepang akan menghadapi “ancaman keamanan yang serius”.
Pemerintah China juga menyinggung serangkaian gempa bumi di beberapa wilayah Jepang yang menyebabkan korban luka sebagai alasan tambahan kewaspadaan.
Dampak ekonomi dari kebijakan ini tidak kecil. China selama ini merupakan sumber wisatawan terbesar Jepang. Dalam sembilan bulan pertama 2025 saja, hampir 7,5 juta turis China berkunjung ke Jepang, menyumbang sekitar seperempat dari total wisatawan asing. Dengan nilai tukar yen yang lemah, wisatawan China diperkirakan membelanjakan sekitar USD 3,7 miliar hanya pada kuartal ketiga tahun lalu.
Namun tren itu sudah mulai berbalik. Pada Desember 2025, jumlah wisatawan China ke Jepang turun sekitar 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar 330.000 kunjungan. Angka tersebut menjadi sinyal awal tekanan yang kini semakin terasa menjelang musim libur terbesar di Asia Timur itu.
Pemerintah Jepang menyadari situasi tersebut. Menteri Pariwisata Jepang Yasushi Kaneko mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan arus wisatawan asal China. Ia menyoroti bahwa jumlah kunjungan pada Desember menjadi yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Di sektor swasta, agen perjalanan besar Jepang, JTB, menilai dampak peringatan perjalanan China akan terasa sepanjang 2026. Meski bukan larangan resmi, tekanan sosial terhadap penyelenggara tur kelompok di China dinilai sangat kuat, membuat banyak perjalanan dibatalkan atau ditunda.
Analis JTB memperkirakan total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jepang pada 2026 hanya akan mencapai sekitar 41,4 juta orang, turun sekitar 2,8 persen dibandingkan 2025. Tanpa kehadiran turis China dalam jumlah besar saat musim puncak seperti Imlek, denyut pariwisata Jepang pun diprediksi melambat, menunggu meredanya ketegangan politik yang kini ikut menentukan arah perjalanan wisata kawasan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!