Bocah Laki-laki Tewas di Sukabumi, Ayah Korban Serahkan Penanganan Kasus ke Polisi
VISI.NEWS | SUKABUMI - Anwar Satibi (38) ayah kandung dari anak berusia 13 tahun yang tewas di Jampangkulon Sukabumi, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
“Urusan ini sudah saya serahkan kepada pihak kepolisian, saya sudah mempercayakan kepada pihak kepolisian sepenuhnya,” ujarnya.
Dia menyatakan, telah dimintai keterangan oleh unit PPA Polres Sukabumi di Polsek Jampangkulon pada Sabtu (21/2/2026). Menurut dia, selain dia, ibu tiri korban juga saksi lainya turut diperiksa. “Saya, istri saya terus saksi-saksi,” imbuhnya.
Anak itu meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) sore ketika mendapat penanganan intensif di ruang ICU RSUD Jampangkulon. Anak yang merupakan pelajar kelas 1 SMP sekaligus santri di Pondok Pesantren Darul Ma'arif, di Kecamatan Cibitung, masuk rumah sakit pada Kamis pagi karena kondisinya kritis dan terdapat luka dibeberapa bagian tubuh.
Anwar menyatakan luka yang terdapat pada tubuh anaknya itu seperti luka bakar yang menyebabkan kulit melepuh.
Sebelumnya kata Anwar anaknya dalam kondisi baik-baik saja, bahkan berapa hari sebelum Ramadan anak dan ayah itu menyempatkan waktu jalan-jalan. Keadaan itu diketahui Anwar pada Rabu (18/2/2026), ketika sedang bekerja, dia ditelepon oleh istrinya mengabarkan bahwa anaknya demam.
Saat tiba di rumah, Anwar terkejut melihat kondisi kulit anaknya yang melepuh di sejumlah bagian tubuh, seperti kaki, punggung, dan tangan. Ibu tirinya menyatakan kalau kulit anak itu melepuh akibat sakit panas.
“Ketika sampai rumah saya kaget melihat kondisi kulit anak saya yang kulitnya pada melepuh. Saya tanya Mah kenapa kulitnya seperti ini? dia jawab ‘ini kan sakit panas yah jadi kulitnya melepuh’,” ujar Anwar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!