Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Bocah Laki-laki Tewas di Sukabumi, Ayah Korban Serahkan Penanganan Kasus ke Polisi

Desi Rossilawati
Senin, 23 Februari 2026 | 13:16 WIB
Bagikan
Bocah Laki-laki Tewas di Sukabumi,  Ayah Korban Serahkan Penanganan Kasus ke Polisi

VISI.NEWS | SUKABUMI - Anwar Satibi (38) ayah kandung dari anak berusia 13 tahun yang tewas di Jampangkulon Sukabumi, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Urusan ini sudah saya serahkan kepada pihak kepolisian, saya sudah mempercayakan kepada pihak kepolisian sepenuhnya,” ujarnya.

Dia menyatakan, telah dimintai keterangan oleh unit PPA Polres Sukabumi di Polsek Jampangkulon pada Sabtu (21/2/2026). Menurut dia, selain dia, ibu tiri korban juga saksi lainya turut diperiksa. “Saya, istri saya terus saksi-saksi,” imbuhnya.

Anak itu meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) sore ketika mendapat penanganan intensif di ruang ICU RSUD Jampangkulon. Anak yang merupakan pelajar kelas 1 SMP sekaligus santri di Pondok Pesantren Darul Ma'arif, di Kecamatan Cibitung, masuk rumah sakit pada Kamis pagi karena kondisinya kritis dan terdapat luka dibeberapa bagian tubuh.

Anwar menyatakan luka yang terdapat pada tubuh anaknya itu seperti luka bakar yang menyebabkan kulit melepuh.

Sebelumnya kata Anwar anaknya dalam kondisi baik-baik saja, bahkan berapa hari sebelum Ramadan anak dan ayah itu menyempatkan waktu jalan-jalan. Keadaan itu diketahui Anwar pada Rabu (18/2/2026), ketika sedang bekerja, dia ditelepon oleh istrinya mengabarkan bahwa anaknya demam.

Saat tiba di rumah, Anwar terkejut melihat kondisi kulit anaknya yang melepuh di sejumlah bagian tubuh, seperti kaki, punggung, dan tangan. Ibu tirinya menyatakan kalau kulit anak itu melepuh akibat sakit panas.

“Ketika sampai rumah saya kaget melihat kondisi kulit anak saya yang kulitnya pada melepuh. Saya tanya Mah kenapa kulitnya seperti ini? dia jawab ‘ini kan sakit panas yah jadi kulitnya melepuh’,” ujar Anwar.

Keesokan harinya, pada Kamis pagi, korban dibawa ke RSUD Jampangkulon. Di rumah sakit, Anwar mulai merasa ada kejanggalan terhadap kondisi anaknya. Ia kemudian meminta Isep Dadang Sukmana, pengurus pondok pesantren Darul Ma’arif untuk datang ke rumah sakit.

Di IGD rumah sakit, anak itu mengungkapkan kepada Isep bahwa dirinya disuruh minum air panas oleh ibu tirinya. “Haji isep datang, ditanyalah ini anak, yah ngaku dikasih air panas,” ujarnya.

Detik-detik saat anak itu ditanya oleh Isep terekam dalam sebuah. Rekaman berisi pengakuan korban itu kemudian beredar luas dan viral di media sosial.

Untuk memastikan penyebab kematian, Anwar kemudian meminta jenazah anaknya di otopsi. Otopsi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa pada Jumat (20/2/2026). @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.