Bocah 13 Tahun di Batam Jadi Korban Penganiayaan Ibu Kandungnya

Desi Rossilawati
Sabtu, 16 November 2024 | 11:00 WIB
Bagikan
Bocah 13 Tahun di Batam Jadi Korban Penganiayaan Ibu Kandungnya

VISI.NEWS | BATAM - Seorang bocah berusia 13 tahun yang dikenal dengan inisial AF di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibunya, JBD (37). AF mengalami kekerasan fisik yang parah, termasuk dipukul dan dililit dengan rantai besi berukuran seperti jempol kaki, mirip dengan cara pemasungan. Situasi ini mengakibatkan AF melarikan diri ke rumah tetangga dalam keadaan terlilit rantai, berusaha mencari perlindungan dari tindakan kekerasan sang ibu.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (11/11/2024) sekitar pukul 08.30 WIB. F, seorang tetangga yang menyaksikan dan membantu AF, menuturkan bahwa saat itu AF tiba di rumahnya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

"Saya tidak tega melihat kondisi anak tersebut. Selanjutnya, saya melaporkan kejadian ini kepada pak RT dan pemilik kontrakan," ungkap F pada Kamis (14/11/2024). Setelah informasi diterima, aparat kepolisian segera datang ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Setelah polisi tiba, AF mengaku kepada mereka bahwa ia dianiaya oleh ibunya dengan menggunakan sapu dan rantai besi. Ia menceritakan bahwa ibunya melilitkan rantai besi ke lehernya sebanyak dua kali, menyebabkan sejumlah luka serius pada tubuhnya. Menurut pemeriksaan, AF mengalami luka bocor di kepala sebelah kiri, luka lecet di pelipis kanan, lebam di mata kiri, serta luka lecet di tangan kanan dan kiri. Keadaan AF yang tak berdaya menjadi bukti nyata dari penganiayaan yang dialaminya.

F menyatakan rasa tidak enak dan bersalah setelah kejadian itu. Meskipun ia memiliki hubungan yang baik dengan JBD, ia merasa harus mengambil tindakan untuk melindungi AF.

"Saya merasa bersalah, tetapi saya tidak bisa berdiam diri melihat kondisi anak ini. Ketika saya menemui orangtua korban, dia malah semakin marah dan terus memarahi AF," kata F. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan penganiayaan bukan hanya menjadi masalah pribadi tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan di lingkungan tersebut.

Saat ini, JBD telah ditangkap dan ditahan oleh polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini mengundang perhatian masyarakat setempat dan menyoroti perlunya perlindungan bagi anak-anak dari kekerasan, terutama di lingkungan keluarga. Di tengah situasi yang menyedihkan ini, harapan untuk pemulihan dan keadilan bagi AF menjadi fokus utama dalam penanganan kasus tersebut. @berlin

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.