Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Desi Rossilawati
Selasa, 8 April 2025 | 20:05 WIB
Bagikan
BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Pancaroba, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
VISI.NEWS | BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama masa peralihan dari musim hujan ke kemarau (pancaroba). Menurut BMKG, lebih dari setengah wilayah Indonesia, sekitar 403 zona musim atau 57,7% telah mulai memasuki fase transisi ini sejak April 2025. Dalam prospek cuaca mingguan untuk periode 8–14 April, BMKG menjelaskan bahwa pancaroba ditandai dengan hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat, disertai angin kencang, petir, bahkan kemungkinan puting beliung. Umumnya hujan turun pada siang hingga malam, setelah udara panas yang dominan di pagi hari memicu pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yang berbahaya. BMKG mengimbau masyarakat untuk mengamankan barang-barang di luar rumah yang mudah tertiup angin dan menghindari berteduh di bawah pohon maupun baliho saat hujan deras. Gangguan atmosfer global seperti MJO, gelombang Kelvin, Rossby Ekuator, dan aktivitas tekanan rendah dari Samudra Hindia hingga Laut Pasifik juga berkontribusi meningkatkan potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah tengah dan utara Indonesia. Labilitas atmosfer lokal yang mendukung pertumbuhan awan konvektif diperkirakan terjadi di banyak daerah, mulai dari Aceh, sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. BMKG pun merinci potensi cuaca ekstrem selama dua periode: 8–10 April
  • Hujan lebat: Aceh, Sumatra Utara dan Selatan, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Papua.
  • Angin kencang: Maluku.
11–14 April
  • Hujan lebat: Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Tengah, dan Timur, NTT, Kalimantan Timur dan Utara, serta Papua Pegunungan.
  • Angin kencang: Aceh, Riau, Jawa Timur, NTT, Maluku.
@ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.