"Blangkon Fest" Kenalkan Ikat Kepala Tradisional Blangkon ke Generasi Muda

ED
Kamis, 8 September 2022 | 05:34 WIB
Bagikan
"Blangkon Fest" Kenalkan Ikat Kepala Tradisional Blangkon ke Generasi Muda

VISI.NEWS | SOLO - Beragam penutup kepala khas pelengkap busana yang dalam tradisi Jawa disebut "blangkon", akan dipamerkan kepada khalayak dalam "Blangkon Fest" atau Festival Blangkon selama 3 hari, Jumat - Minggu (9-11/9/2022), di pelataran rumah dinas Wali Kota Solo "Loji Gandrung".

Dalam festival yang diinisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Solo dan baru pertama digelar pada 2022 ini, jumlah peserta baru sebanyak 80 perajin ikat kepala blangkon yang sebagian besar bermukim di Kampung Blangkon Potrojayan, Kecamatan Serengan, Solo.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Gembong Hadi Wibowo, menjelaskan kepada VISI.NEWS, Rabu (7/9/2022), ikat kepala yang disebut blangkon sebenarnya busana tradisional yang tidak hanya dikenakan masyarakat Surakarta dan Yogyakarta.

Masyarakat di luar kedua daerah, seperti di Jawa Barat di antaranya Cirebon dan Bandung, di Jawa Timur seperti Madura dan Surabaya, di Bali, di Sumatera dan lain-lain, juga punya tradisi mengenakan ikat kepala semacam blangkon.

"Blangkon Fest pertama ini baru diikuti perajin blangkon di Kota Solo, yang dalam sejarah dalam membuat blangkon ada kaitan dengan keraton. Pokdarwis Kota Solo ingin mengenalkan blangkon untuk daya tarik wisata. Pada festival mendatang, kita akan mencoba melibatkan para perajin penutup kepala tradisional itu dari daerah lain," ujar Gembong.

Menurut Kabid Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata itu, selama 3 hari festival tersebut selain dipamerkan berbagai ragam blangkon gaya Surakarta, juga akan digelar pameran keris, wayang kulit dan produk jamu.

Selain itu juga didukung bazar UMKM, bimbingan teknik bagi koperasi, bedah budaya, mini workshop, fashion show on the street dan sebagainya, yang seluruhnya untuk mendukung pengembangan pariwisata Kota Solo.

"Pembicara dalam bedah budaya, dari Keraton Surakarta adalah KGPH Puger dan pemerhati budaya Herman Tandiyo. Kita harapkan, Blangkon Fest menjadi event tahunan untuk membangkitkan minat generasi muda belajar budaya dan mencintai warisan leluhur. Pada gilirannya, kegiatan budaya dan Pariwisata ini menimbulkan efek ekonomi di dunia usaha," jelas Gembong lagi.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.