Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Bitcoin 2026: Skenario Gelap dan Titik Kritis Pasar Kripto

ED
Minggu, 28 Desember 2025 | 17:38 WIB
Bagikan
Bitcoin 2026: Skenario Gelap dan Titik Kritis Pasar Kripto

VISI.NEWS | BANDUNG - Pasar kripto kembali menghadapi ketidakpastian. Seorang analis dari kanal Altcoin Daily memaparkan skenario terburuk Bitcoin (BTC) di 2026 jika pola siklus pasar lama kembali muncul. Dalam skenario paling bearish, harga BTC disebut berisiko turun hingga US$56.000 sebelum akhirnya menemukan titik pemulihan.

Analis menekankan bahwa analisis ini bukan prediksi utama, melainkan simulasi risiko bila momentum bullish jangka panjang gagal dipertahankan. Tujuannya adalah memberi gambaran antisipatif bagi pelaku pasar.

Meskipun demikian, Bitcoin masih memiliki peluang pantulan jangka pendek. Dalam kondisi melemah, harga disebut bisa mencapai area US$110.000, tetapi kenaikan ini hanya bersifat sementara dan dipandang sebagai lower high, atau puncak lebih rendah dibandingkan rekor sebelumnya.

Lower high ini menunjukkan dominasi tekanan jual. Pasar belum cukup kuat untuk melanjutkan tren naik, sehingga risiko koreksi lanjutan tetap terbuka. Kegagalan menembus puncak baru menjadi sinyal peringatan bagi investor.

Zona US$60.000–65.000 disebut sebagai titik krusial. Area ini sebelumnya merupakan all-time high (ATH) dan secara historis kerap berubah fungsi menjadi support saat pasar memasuki fase pelemahan. Bitcoin diperkirakan bisa bertahan sementara di rentang ini, meski stabilisasi belum tentu mengakhiri tekanan jual.

Sejumlah analis menyoroti pola siklus empat tahunan Bitcoin yang berkaitan dengan peristiwa halving. Jika siklus ini masih relevan, tahun 2026 diprediksi menjadi fase menantang. Bitcoin berpotensi memantul ke area US$95.000–100.000, yang kemudian berubah menjadi resistance sebelum tekanan jual kembali meningkat.

Skenario terburuk menyebutkan kemungkinan kapitulasi terakhir, dengan penurunan harga hingga US$56.000. Fase ini biasanya muncul di akhir siklus sebelum pasar memasuki pemulihan jangka panjang.

Altcoin Daily menegaskan, skenario ini bukan pandangan utama. Masih ada peluang Bitcoin menembus US$150.000, yang akan mematahkan pola siklus klasik. Namun, ketidakpastian kondisi makro membuat simulasi ini penting sebagai peringatan risiko, bukan ajakan panik.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.