Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Biografi Tan Malaka Pejuang Kemerdekaan Indonesia

ED
Selasa, 5 November 2024 | 22:25 WIB
Bagikan
Biografi Tan Malaka Pejuang Kemerdekaan Indonesia
VISI.NEWS | BANDUNG - Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897 dan merupakan lulusan Kweekschool (Sekolah Guru) Bukittinggi. Dengan kecerdasannya, ia melanjutkan pendidikan ke Belanda, di mana ia meminjam dana dari komunitasnya dan menerima dukungan dari mantan gurunya. Awalnya, ia berkeinginan untuk mendapatkan akte kepala sekolah, tetapi karena masalah kesehatan, ia hanya berhasil memperoleh akte guru biasa. Setelah menyelesaikan studinya, Tan Malaka kembali ke Indonesia dan mengajar anak-anak dari pekerja di perkebunan teh di Tanjung Morawa, Deli, Sumatera Utara. Selanjutnya, ia merantau ke Jawa dan bergabung dengan Sarekat Islam di Semarang, di mana ia juga mendirikan sebuah sekolah. Sebelum diusir dari Hindia Belanda, ia sempat memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI). Selama hidupnya, Tan Malaka berpindah-pindah ke berbagai negara, termasuk Rusia yang saat itu sudah berbentuk Uni Soviet. Di Rusia, ia menjadi anggota Comintern dan pernah berselisih dengan pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin, yang menuduhnya sebagai penganut Trotsky. Sebelum Perang Dunia II, Tan Malaka bersembunyi dan menggunakan banyak nama samaran, di antaranya adalah Ilyas Husein di Indonesia, Alisio Rivera di Filipina, Hasan Gozali di Singapura, Ossorio di Shanghai, dan Ong Soong Lee di Hong Kong. Di akhir pendudukan Jepang, ia menyamar sebagai mandor di Banten dan menghabiskan waktu untuk menulis karya besarnya yang berjudul Madilog. Selama revolusi, Tan Malaka terlihat sebagai penggerak utama di balik peristiwa 3 Juli 1946, di mana ia menentang hasil perundingan antara Republik Indonesia dan Belanda, menuntut kemerdekaan penuh 100 persen. Ia terlibat dalam Persatuan Perjuangan bersama Jenderal Sudirman dan mendirikan Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba), yang ikut dalam Pemilu 1955 namun dibekukan pada tahun 1965. Tan Malaka tewas sekitar Februari 1949 setelah ditembak oleh militer Indonesia tanpa pengadilan di Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada 21 Februari 1949. Eksekusi ini dilakukan oleh Brigade Sikatan dengan perintah dari petinggi militer Jawa Timur, sebagai akibat dari perlawanan Tan Malaka yang berkelanjutan terhadap pemerintahan yang moderat dan bersikap kompromi terhadap Belanda. Kemudian, Presiden Sukarno menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No.53 pada 28 Maret 1963. Dua pengikut Tan Malaka yang paling dikenal adalah Adam Malik dan Muhamad Yamin. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.