IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Bioadaptor, Inovasi Stent Terbaru, Bawa Harapan Baru bagi Pasien Jantung

ED
Jumat, 31 Mei 2024 | 18:37 WIB
Bagikan
Bioadaptor, Inovasi Stent Terbaru, Bawa Harapan Baru bagi Pasien Jantung

VISI.NEWS | JAKARTA – Sekelompok peneliti internasional yang dipimpin oleh Prof. Shigeru Saito dari Jepang baru-baru ini merilis hasil studi klinis 24 bulan yang membandingkan teknologi stent terbaru Bioadaptor dengan stent DES (Drug Eluting Stent) konvensional. Hasil studi ini diumumkan pada konferensi Intervensi Kardiovaskular terbesar di Eropa, EuroPCR 2024, dalam rangka mengembangkan solusi jangka panjang yang aman dan efektif bagi pasien jantung koroner.

Penelitian klinis menunjukkan bahwa Bioadaptor memiliki tingkat kegagalan yang jauh lebih rendah, yaitu 1,9% dibandingkan dengan 5,5% pada DES setelah dua tahun pasca prosedur. Bioadaptor terbukti lebih efektif bagi pasien jantung berusia muda dan pasien dengan diabetes.

Selama hampir 40 tahun, prosedur percutaneous coronary intervention (PCI) telah digunakan untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit dengan memasukkan stent. Meskipun efektif, metode ini sering menyebabkan restenosis atau penyempitan pembuluh darah berulang. Inovasi DES membantu mengurangi restenosis dengan melepaskan obat-obatan ke pembuluh darah, tetapi komplikasi jangka panjang masih menjadi masalah. Sekitar 20-50% pasien mengalami penyempitan kembali setelah 5-10 tahun. DES juga membatasi pergerakan alami pembuluh darah, meningkatkan risiko komplikasi jantung.

Bioadaptor, yang menggabungkan fungsi DES dan Stent Polimer Bioresorbable (BRS), memberikan harapan baru. Bioadaptor memiliki desain 3 helai heliks metal bersalut obat dan elemen "uncaging" yang beradaptasi dengan pembuluh darah setelah 6 bulan, memungkinkan pemulihan gerakan dan fungsi alami pembuluh darah.

Keunggulan Bioadaptor

Dr. dr. Vito Anggarino Damay menjelaskan bahwa Bioadaptor tidak hanya membuka arteri yang tersumbat tetapi juga memulihkan gerakan dan fungsi pembuluh koroner. Bioadaptor memiliki tiga fase perawatan: membuka dan memperlancar pembuluh darah, melepaskan obat-obatan untuk mengontrol pembentukan jaringan sehat, dan melakukan adaptasi struktural untuk memungkinkan pembuluh darah bergerak alami.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.