Biaya Haji Indonesia dan Malaysia: Menyoroti Perbedaan dan Tantangan

ED
Selasa, 13 Mei 2025 | 05:20 WIB
Bagikan
Biaya Haji Indonesia dan Malaysia: Menyoroti Perbedaan dan Tantangan

VISI.NEWS | BANDUNG - Pada musim haji 2025, perhatian publik tertuju pada tingginya biaya haji yang dibebankan kepada jemaah Indonesia. Meskipun pemerintah telah berhasil menurunkan rata-rata biaya haji menjadi sekitar Rp55 juta per jemaah, masalah biaya haji ini masih menjadi isu utama. Presiden Prabowo Subianto pun menginstruksikan Kementerian Agama dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menemukan solusi agar biaya tersebut bisa ditekan lebih rendah lagi, bahkan lebih murah dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia.

Selama ini, Malaysia dianggap lebih berhasil dalam mengelola subsidi haji berbasis pendapatan jemaah. Negara ini memberikan subsidi yang lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga biaya yang harus dibayar oleh jemaah di Malaysia jauh lebih terjangkau, meskipun biaya total haji di Malaysia lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, biaya haji di Indonesia saat ini mencapai Rp89 juta per jemaah, dengan biaya yang dibayar oleh jemaah sekitar Rp55 juta atau 62% dari total biaya. Sisanya ditanggung oleh dana haji yang dikelola oleh BPKH. Di sisi lain, Malaysia menerapkan sistem subsidi yang lebih fleksibel berdasarkan golongan ekonomi jemaah, dengan kategori B40 (pendapatan rendah), M40 (pendapatan menengah), dan T20 (pendapatan tinggi).

Bagi jemaah dari golongan B40 di Malaysia, subsidi yang diberikan pemerintah dapat menurunkan biaya haji yang harus mereka bayar hingga hanya Rp58 juta. Hal ini berbanding jauh dengan biaya haji yang dibayar oleh jemaah dari golongan T20 yang mencapai sekitar Rp130 juta. Meskipun biaya haji di Malaysia secara keseluruhan lebih tinggi dibandingkan Indonesia, sistem subsidi ini memungkinkan jemaah dari golongan ekonomi rendah membayar biaya yang jauh lebih terjangkau.

Selain skema subsidi, durasi perjalanan juga menjadi faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya. Jemaah haji Indonesia rata-rata menghabiskan waktu sekitar 40 hari di Arab Saudi, sementara jemaah haji Malaysia hanya sekitar 30 hingga 35 hari. Durasi perjalanan yang lebih lama di Indonesia berpotensi meningkatkan biaya akomodasi dan konsumsi, yang turut meningkatkan total biaya haji.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.