Bhutan Luncurkan Pembayaran Pariwisata via Cryptocurrency
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 15 Juli 2025 | 01:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Bhutan resmi meluncurkan sistem pembayaran pariwisata menggunakan cryptocurrency, memungkinkan wisatawan asing membayar biaya visa, tiket pesawat, akomodasi, hingga tiket masuk situs budaya dengan kripto.
Mengutip South China Morning Post, Minggu (13/7), inisiatif ini dijalankan bekerja sama dengan Binance melalui fitur Binance Pay. CEO Binance, Richard Teng, menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menyederhanakan proses pembayaran wisatawan secara lebih aman, efisien, dan murah dibanding metode tradisional.
Kebijakan ini juga diharapkan menarik sekitar 40 juta pengguna kripto global, terutama para digital nomad dan traveler berteknologi tinggi, yang berdasarkan data cenderung belanja lebih besar dan tinggal lebih lama.
Bhutan, dikenal dengan keindahan alam Himalaya dan filosofi Gross National Happiness (GNH), selama ini menerapkan kebijakan pariwisata 'bernilai tinggi, berdampak rendah' yang mewajibkan wisatawan membayar biaya harian minimum cukup tinggi, termasuk akomodasi, transportasi lokal, dan pemandu wisata berlisensi.
Pembayaran kripto dilakukan melalui Binance Pay, namun pedagang lokal tetap menerima pembayaran dalam mata uang Ngultrum untuk menghindari risiko fluktuasi kripto. Meski belum dirinci jenis kripto yang diterima, sistem ini mendukung aset digital yang terdaftar di Binance.
Langkah inovatif Bhutan ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisatanya di era ekonomi digital sekaligus melindungi pelaku usaha lokal dari risiko nilai tukar mata uang digital. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!