BGN Siapkan Pendanaan Non-APBN untuk MBG di Daerah 3T
Kepala BGN, Nanik S. Deyang./visi.news/
Nanik mencontohkan sekolah di Raja Ampat, Papua, yang hanya memiliki sekitar 114 siswa. Di wilayah tersebut terdapat dapur umum milik PT Pertamina yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
"Jadi nanti kalau misalnya ada satu wilayah yang muridnya sedikit seperti di Raja Ampat, di situ ada saya di sebuah pulau muridnya hanya 115 juga, tapi di situ ada dapur umum CSR-nya Pertamina. Ya kita bisa gunakan juga misalnya seperti ini. Jadi ada alternatif-alternatif tidak harus membangun dapur baru di 3T," tutur Nanik.
BGN juga membuka kemungkinan melibatkan kantin sekolah sebagai alternatif penyediaan makanan bergizi di daerah terpencil. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
"Masih kita lihat. Jadi misalnya begini, di tempat terpencil itu, saya misalnya di Lombok, di Lombok Barat. Saya pernah ke satu pulau, muridnya hanya 119. Kan enggak mungkin juga didirikan dapur. Tapi di situ ada kantin. Jadi bisa dong kantin itu digunakan juga. Jadi kantin ini salah satu alternatif," ujar Nanik.
Melalui berbagai skema tersebut, BGN berharap perluasan Program MBG di wilayah 3T dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa harus membangun fasilitas baru di setiap lokasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!