Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi Digital, Sekjen Kominfo: DKI Jakarta Perlu Transformasi Inklusif

ED
Jumat, 11 Maret 2022 | 05:47 WIB
Bagikan
Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi Digital, Sekjen Kominfo: DKI Jakarta Perlu Transformasi Inklusif

Dari tiga komponen itu, Sekjen Kementerian Kominfo menyatakan DKI Jakarta mendapatkan skor sempurna di bidang infrastruktur, kewirausahaan dan produktivitas dengan nilai 100. Hal itu mencerminkan infrastruktur digital sudah sangat baik dan warga DKI Jakarta aktif dalam menggunakan teknologi digital.

“Walau demikian, ada hal-hal yang perlu untuk dilakukan perbaikan. Contohnya adalah aspek regulasi dan kapasitas pemerintahan. Skor ini sebesar 57 menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah masih dapat ditingkatkan, terutama dalam meningkatkan angka harapan hidup dan menurunkan tingkat kemiskinan. Karena pada dasarnya, justru kami melihat infrastruktur digital di satu sisi sudah baik, tetapi infrastruktur penunjang juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Sedangkan skor terendah kedua berdasarkan data tersebut adalah aspek ketenagakerjaan yang mencapai angka 59. Menurut Sekjen Mira Tayyiba, selisih skor antara aspek kewirausahaan dan skor ketenagakerjaan menarik untuk ditelisik.

“Yang menarik bagi kami, di satu sisi kewirausahaan mendapatkan skor tertinggi dengan nilai 100. Di sisi lain ketenagakerjaan skornya justru nomor dua dari bawah. Selisih ini yang menarik untuk kita perhatikan lebih lanjut. Tetapi intinya bahwa skor aspek sumber daya manusia yang perlu kita perhatikan,” tandasnya.

Dorong Transformasi Digital Inklusif

Sekjen Kementerian Kominfo menjelaskan hasil riset tersebut menunjukkan infrastruktur dan kewirausahaan di Jakarta sudah sangat baik. Namun demikian, transformasi digital belum berlangsung secara inklusif. Menurutnya, banyak faktor yang menjadi pertimbangan, salah satunya mengenai keberagaman di Jakarta dan tingkat literasi digital.

Sekjen Mira Tayyiba memaparkan hasil Survei Literasi Digital tahun 2021 yang menunjukkan platform media sosial merupakan ekosistem digital yang paling banyak diakses, sedangkan televisi masih dinilai yang paling dipercaya.

WhatsApp dan Facebook paling banyak diakses, terjadi peningkatan pengguna di TikTok. Keluarga dan saudara sumber dari tujuan utama berbagi informasi. Dari tren ini, kami melihat juga masih ada bagaimana kita menyikapi dan menghadapi hoaks,” ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.