Berkunjung ke PBNU, Wakil Hakim Agung Palestina Abdalhafez Yousef Azzam Bangga dengan NU dan Gus Yahya
VISI.NEWS | JAKARTA - Wakil Hakim Agung Palestina Mohammed Abdalhafez Yousef Azzam mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada 14 April 2023 malam. Ia menyatakan bangga dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan dan Ketumnya Gus Yahya.
Hadir saat menerima kunjungan itu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di dampingi oleh Wakil Ketua Umum PBNU H. Amin Said Husni dan pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU Ahmad Ginanjar Sya’ban. Kehadiran Syekh Azzam didampingi mufti Palestina Syekh Muhammad Ahmad Husain.
Kunjungan Syekh Azzam menemui K.H. Yahya Cholil Staquf, pada Jumat (14/4/2023) tersebut dalam kapasitasnya sebagai Wakil Utusan Presiden Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Azzam menyampaikan rasa bangga sekaligus tenang dengan keberadaan Ketua Umum PBNU itu yang ia akui sangat teguh dalam mendukung Palestina.
“Saya sangat bangga dengan keberadaan Gus Yahya. Kami merasa tenang karena Gus Yahya berada di pihak kami melalui cara Gus Yahya yang sangat humanis dan internasional,” katanya.
Dunia Arab, menurutnya, terutama bangsa Palestina, harus banyak belajar dari Gus Yahya. Gagasan-gagasan besar Gus Yahya harus disebarkan dan diterapakn di dunia Arab dan Palestina.
Ia mengakui gagasan Gus Yahya mengenai fikih peradaban, sangatlah penting untuk dapat diwujudkan dan diterapkan pada era sekarang. Karenanya, ia sangat mendukung penuh gagasan tersebut.
“Penting pembaharuan beberapa pandangan keagamaan, tajdid al-khitab ad-dini. Kami mendukung penuh Gus Yahya termasuk fikih peradaban yang mementingkan hak minoritas dan kemanusiaan,” katanya.
Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia itu, ia melihat keseriusan dan keteguhan bangsa Indonesia dan PBNU dalam memberikan dukungan terhadap Palestina.
“Kami melihat komitmen bangsa Indonesia terhadap Palestina sekaligus menunjukkan keberpihakannya terhadap kemanusiaan dan dukungan terhadap Palestina tidak pernah putus,” katanya.
Oleh karena itu, Syekh Azzam berterima kasih dan merasa tersanjung, serta merasa terhormat atas undangan pihak PBNU dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang memberikannya kesempatan untuk dapat datang ke Indonesia.
Sementara itu, Gus Yahya menyampaikan bahwa NU hadir, antara lain, untuk mencarikan solusi yang dapat diterima masyarakat internasional terkait Palestina dan Israel. Sebab, menurutnya, harus ada penyesuaian dengan masyarakat internasional terkait solusi terhadap persoalan kedua negara tersebut.
Karenanya, ia mengajak dunia Islam agar dapat bersama-sama mencari sehingga bisa menemukan solusi yang demikian. Lebih lanjut, Gus Yahya juga mengajak agar seluruh elemen masyarakat Palestina dapat bersatu, baik Fattah, Hamas, Gaza, maupun Tepi Barat.
NU, tegas Gus Yahya, mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan pihak Israel terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa peradamaian dan kemanusiaan merupakan investasi yang paling baik di zaman sekarang.
“Tidak ada investasi terbaik kecuali perdamaian dan kemanusiaan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.
Untuk keperluan itu, Gus Yahya lantas menggagas "Fikih Peradaban" sebagai respon terhadap tatanan baru dunia dengan mereformulasi fikih baru yang lebih manusiawi, humanis, lebih toleran, damai, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.
Syekh Azzam datang ditemani Konsul Kedutaan Palestina Ahmad Metani, sedangkan Gus Yahya didampingi Wakil Ketua Umum PBNU H. Amin Said Husni dan pengurus Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU Ahmad Ginanjar Sya’ban.
@bambang melga suprayogi/*
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!