Berbicara di Depan Dirpolairud Polda se Indonesia, Dede Farhan Sampaikan Hal ini
VISI.NEWS | JAKARTA - Konsultan Pertahanan dan Keamanan Dede Farhan Aulawi kembali diminta menjadi narasumber, kali ini dalam rangka kegiatan arahan kepada para Dirpolairud Polda se Indonesia. Temanya "Peran Strategis Polair dalam Pengamanan Perairan Indonesia", dengan sub tema Peran Polairud Dukung Komitmen Pemerintah RI Penuhi Regulasi Internasional dan Pemenuhan Kompetensi SDM Polairud Dukung Keamanan dan Keselamatan Pelayaran.
Peserta terdiri dari para Direktur Polairud Polda seluruh Indonesia, para Kabag Korpolairud, dan para Kasubdit Korpolairud Baharkam Polri. Kegiatan dilaksanakan di Aula RP. Soedarsono Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok Jakarta.
Pada kesempatan ini, Dede menyampaikan dengan merujuk pada pemaparan Presiden Jokowi saat berpidato di hadapan 171 negara anggota International Maritime Organization (IMO) dan organisasi internasional lainnya yang sedang mengikuti sidang IMO Marine Envirenment Protection Committe (MEPC) ke-69, bahwa Indonesia telah menetapkan visi untuk menjadi poros maritim dunia (World Maritime Fulcrum) dan berkomitmen untuk mengimplementasikan instrumen – instrumen IMO guna meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Pelayaran, serta Perlindungan Lingkungan Maritim. "IMO merupakan badan khusus PBB yang bertanggungjawab untuk keselamatan dan keamanan aktivitas pelayaran dan pencegahan polusi di laut oleh kapal," ujar Dede Farhan kepada VISI.NEWS, Sabtu (3/6/2023).
Menurutnya, kegiatan IMO bertujuan sebagai upaya pencegahan kecelakaan, termasuk standar rancangan kapal, konstruksi, perlengkapan, kegiatan operasional dan ketenagakerjaan berdasarkan perjanjian internasional, antara lain International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) tahun 1974 dan 1978, Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL) tahun 1973, dan Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) tahun 1978.
"Setiap negara memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan navigasi di negaranya dengan menyediakan peralatan ‘aid to navigation’ seperti mercu suar, buoy dan tanda-tanda yang dibutuhkan. IMO juga mengatur mengenai standarisasi penggunaan alat dan juga keselamatan pelayaran," tandas cendekiawan bersahaja ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!