Benny Rhamdani : Sekira 1.500 Pekerja Migran Pulang Tak Bernyawa
Benny menegaskan, tidak cukup hanya BP2MI yang berperan, tetapi juga butuh bantuan dari semua pihak yang terikat UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberantasan TPPO.
Beny menguraikan, BP2MI telah meresmikan tiga fasilitas khusus bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di lima bandara di Indonesia, yaitu Ahmad Yani, Juanda, Lombok, Kualanamu dan I Gusti Ngurah Rai di Bali, Rabu (14/12/2022).
Kepala BP2MI meresmikan secara serentak dari Bandara Internasional Juanda di Jawa Timur menyampaikan tiga fasilitas tersebut, yaitu "PMI Lounge", "helpdesk" dan jalur antrean khusus di Imigrasi.
Fasilitas tersebut merupakan wujud penghormatan dan pelayanan negara terhadap para pekerja migran yang merupakan pahlawan devisa negara.
Pada tempat lain, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Lombok Timur menyatakan, Hari Migran Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Desember merupakan momentum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk bangkit dari pandemi covid-19.
Ida menuturkan pandemi covid-19 yang terjadi selama hampir tiga tahun telah memengaruhi kondisi pasar kerja global, termasuk bagi para PMI dalam berbagai aspek kehidupan.
Namun, dengan penanganan pandemi yang semakin membaik, seluruh stakeholder yang terlibat dalam proses penempatan diharapkan bangkit dan meningkatkan kualitas perannya supaya masa depan PMI semakin baik dan semakin terlindungi.
Menurut Ida, perbaikan kondisi pasar kerja global dapat dilihat dari semakin banyaknya negara yang membuka penempatan bagi PMI. Saat ini sudah ada sebanyak 77 negara membuka kembali penempatan bagi PMI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!